Kementan Gelar Bunex 2024, Pameran Perkebunan Terbesar di Indonesia
Jum'at, 26 Juli 2024 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
"Setelah acara ini tentu kita biasanya akan selalu sampaikan berapa transaksi potensi perdagangan yang terjadi dalam pertemuan bisnis ini ya, tentu kita juga akan mendapatkan dari pasar-pasar ekspor kita," tambahnya.
Baca Juga: Kementan Pastikan Produktivitas dan IP Padi Meningkat Lewat Program Oplah
Dia mengatakan, belakangan ini persaingan pasar global untuk komoditas perkebunan semakin kompetitif. Beberapa negara mengambil kebijakan untuk membatasi barang impor masuk, hal ini dilakukan dengan menerapkan standar produk yang ditetapkan oleh negara tujuan ekspor. Misalnya, sertifikasi produk kelapa sawit yang diterapkan oleh negara-negara Eropa, sehingga produk Indonesia sulit untuk masuk.
"Acara ini akan menjadi ajang promosi, ajang diplomasi juga termasuk juga tentu ajang pengenalan kepada konsumen terkait produk perkebunan kita," pungkasnya.
Gelaran Perkebunan Expo (BUNEX 2024) diharapkan dapat menjadi acuan pelaksanaan kebijakan perkebunan berkelanjutan dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan energi serta menjadi pertimbangan pemerintahan yang akan datang terkait peran penting sektor perkebunan dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Kementan Pastikan Produktivitas dan IP Padi Meningkat Lewat Program Oplah
Dia mengatakan, belakangan ini persaingan pasar global untuk komoditas perkebunan semakin kompetitif. Beberapa negara mengambil kebijakan untuk membatasi barang impor masuk, hal ini dilakukan dengan menerapkan standar produk yang ditetapkan oleh negara tujuan ekspor. Misalnya, sertifikasi produk kelapa sawit yang diterapkan oleh negara-negara Eropa, sehingga produk Indonesia sulit untuk masuk.
"Acara ini akan menjadi ajang promosi, ajang diplomasi juga termasuk juga tentu ajang pengenalan kepada konsumen terkait produk perkebunan kita," pungkasnya.
Gelaran Perkebunan Expo (BUNEX 2024) diharapkan dapat menjadi acuan pelaksanaan kebijakan perkebunan berkelanjutan dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan energi serta menjadi pertimbangan pemerintahan yang akan datang terkait peran penting sektor perkebunan dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.
(nng)
Lihat Juga :