Menteri ESDM Buka Suara Terkait BBM Jenis Baru
Rabu, 31 Juli 2024 - 17:32 WIB
loading...
Menteri ESDM Arifin Tasrif belum bisa memastikan kapan BBM baru rendah sulfur dirilis. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan pemerintah tengah mematangkan rencana produksi dan penyaluran BBM baru yang rendah sulfur di Indonesia. Menurutnya hal ini membutuhkan kajian mendalam sehingga prosesnya tidak boleh terburu - buru.
"Lagi dimatengin," jelas Arifin ketika ditemui di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/7/2024).
Baca Juga : Menteri ESDM Temui Jokowi di Istana, Ternyata Ini yang Dibahas!
Ia juga belum dapat memastikan perihal kapan BBM baru ini akan diluncurkan. Apalagi produk ini dipastikan harus rendah sulfur, berbeda dengan kebanyakan BBM yang selama ini dijual di Indonesia.
"Yang sulfur tinggi, dimana? (Di solar?) Iya. Nanti kita lihat lagi dikaji," sambungnya Arifin.
Baca Juga : Bahlil Jadi Menteri ESDM? Airlangga: Tidak Tahu
Arifin juga belum bisa memastikan status produk BBM baru tersebut apakah akan disubsidi atau tidak. Namun, yang pasti Pertamina saat ini sudah mulai mengkaji bagaimana cara untuk memproduksi BBM baru tersebut.
"Itu ya memang harus produknya rendah sulfur. Ya pokoknya untuk dikaji bagaimana kita bisa menerapkan BBM rendah sulfur," tutupnya.
"Lagi dimatengin," jelas Arifin ketika ditemui di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/7/2024).
Baca Juga : Menteri ESDM Temui Jokowi di Istana, Ternyata Ini yang Dibahas!
Ia juga belum dapat memastikan perihal kapan BBM baru ini akan diluncurkan. Apalagi produk ini dipastikan harus rendah sulfur, berbeda dengan kebanyakan BBM yang selama ini dijual di Indonesia.
"Yang sulfur tinggi, dimana? (Di solar?) Iya. Nanti kita lihat lagi dikaji," sambungnya Arifin.
Baca Juga : Bahlil Jadi Menteri ESDM? Airlangga: Tidak Tahu
Arifin juga belum bisa memastikan status produk BBM baru tersebut apakah akan disubsidi atau tidak. Namun, yang pasti Pertamina saat ini sudah mulai mengkaji bagaimana cara untuk memproduksi BBM baru tersebut.
"Itu ya memang harus produknya rendah sulfur. Ya pokoknya untuk dikaji bagaimana kita bisa menerapkan BBM rendah sulfur," tutupnya.
(fch)
Lihat Juga :