Pasar Saham AS Alami Kejatuhan Besar, Apakah Ini Akhir dari King Dolar?
Selasa, 06 Agustus 2024 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Siapa Dalang di Balik Kerusuhan yang Menarget Umat Islam di Inggris?
Pendiri Capriole Fund, Charles Edwards, menggunakan X untuk mendiskusikan posisi The Fed. Secara khusus, dia mencatat, "The Fed terlalu lambat untuk melakukan pengetatan pada 2021, sepertinya mereka terlalu lambat untuk melakukan pelonggaran pada tahun 2024." Selain itu, Edwards memprediksi resesi akan datang.
Jepang bukanlah satu-satunya negara yang terkena dampak. Pasar saham Taiwan mengalami kerugian terbesar sejak 1967. Ketakutan ini didorong oleh potensi resesi yang menghantam AS yang akan menghadapi hard landing dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, ketidakpastian geopolitik mungkin membuat dunia memikirkan kembali sikapnya.
Melansir Watcher Guru, aliansi BRICS telah berdiri teguh melawan dolar AS selama beberapa tahun terakhir. Banyak ahli yang menyatakan upaya-upaya tersebut sia-sia. Namun, krisis semacam ini cenderung membuat banyak negara berpikir dengan aliansi ini mengembangkan sistem pembayarannya, negara-negara dapat melihat manfaat dari tindakan yang sedang berlangsung.
Pendiri Capriole Fund, Charles Edwards, menggunakan X untuk mendiskusikan posisi The Fed. Secara khusus, dia mencatat, "The Fed terlalu lambat untuk melakukan pengetatan pada 2021, sepertinya mereka terlalu lambat untuk melakukan pelonggaran pada tahun 2024." Selain itu, Edwards memprediksi resesi akan datang.
Jepang bukanlah satu-satunya negara yang terkena dampak. Pasar saham Taiwan mengalami kerugian terbesar sejak 1967. Ketakutan ini didorong oleh potensi resesi yang menghantam AS yang akan menghadapi hard landing dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, ketidakpastian geopolitik mungkin membuat dunia memikirkan kembali sikapnya.
Melansir Watcher Guru, aliansi BRICS telah berdiri teguh melawan dolar AS selama beberapa tahun terakhir. Banyak ahli yang menyatakan upaya-upaya tersebut sia-sia. Namun, krisis semacam ini cenderung membuat banyak negara berpikir dengan aliansi ini mengembangkan sistem pembayarannya, negara-negara dapat melihat manfaat dari tindakan yang sedang berlangsung.
(nng)
Lihat Juga :