Inisiatif PLN EPI Kembangkan Energi Bersih Tekan 3,7 Miliar Ton Emisi CO2
Selasa, 06 Agustus 2024 - 21:07 WIB
loading...
PLN EPI memaparkan inisiatif energi bersih di sektor ketenagalistrik dalam acara The 4th Indo Pasific LNG Summit Bali 2024. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Subholding PLN Energi Primer Indonesia ( PLN EPI ) terus mendorong transisi energi sektor ketenagalistrikan dengan mengembangkan sejumlah inisiatif energi bersih. Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara mengatakan, PLN EPI berkomitmen untuk mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
"PLN EPI mendukung Holding PLN dalam menegaskan komitmen untuk menjalankan transisi energi demi mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Beragam inisiatif PLN akan berdampak pada pengurangan 3,7 miliar ton CO2e," ujar Iwan dalam pernyataannya, Selasa (6/8/2024).
Baca Juga: Jaga Rantai Pasok Batu Bara, PLN EPI Pastikan HOP Pembangkit di Atas 20 Hari
Iwan mengatakan, selama 4 tahun terakhir PLN telah menghapus rencana pembangunan 13,3 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang sebelumnya masuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). PLN mengganti PLTU Batubara sebesar 800 MW dengan pembangkit gas hingga membatalkan perjanjian pembelian tenaga listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) PLTU batu bara sebesar 1,3 GW.
Komitmen mengakselerasi transisi energi oleh PLN tidak berhenti di situ. PLN turut menginisiasi program Accelerated Renewable Energy Development (ARED).
Dengan ARED, PLN membangun pemerataan kelistrikan nasional melalui Green Enabling Super Grid. Menjadikan sistem kelistrikan Indonesia yang sebelumnya terpisah antar pulau menjadi terhubung satu sama lain dan potensi EBT berskala besar yang belum dimanfaatkan selama ini dapat dimaksimalkan. Pasokan listrik berbasis EBT akan meningkat dari 22 GW menjadi 61 GW.
"PLN EPI mendukung Holding PLN dalam menegaskan komitmen untuk menjalankan transisi energi demi mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Beragam inisiatif PLN akan berdampak pada pengurangan 3,7 miliar ton CO2e," ujar Iwan dalam pernyataannya, Selasa (6/8/2024).
Baca Juga: Jaga Rantai Pasok Batu Bara, PLN EPI Pastikan HOP Pembangkit di Atas 20 Hari
Iwan mengatakan, selama 4 tahun terakhir PLN telah menghapus rencana pembangunan 13,3 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang sebelumnya masuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). PLN mengganti PLTU Batubara sebesar 800 MW dengan pembangkit gas hingga membatalkan perjanjian pembelian tenaga listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) PLTU batu bara sebesar 1,3 GW.
Komitmen mengakselerasi transisi energi oleh PLN tidak berhenti di situ. PLN turut menginisiasi program Accelerated Renewable Energy Development (ARED).
Dengan ARED, PLN membangun pemerataan kelistrikan nasional melalui Green Enabling Super Grid. Menjadikan sistem kelistrikan Indonesia yang sebelumnya terpisah antar pulau menjadi terhubung satu sama lain dan potensi EBT berskala besar yang belum dimanfaatkan selama ini dapat dimaksimalkan. Pasokan listrik berbasis EBT akan meningkat dari 22 GW menjadi 61 GW.
Lihat Juga :