alexametrics

Harga Naik, BPS Waspadai Emas Bakal Sumbang Inflasi

loading...
Harga Naik, BPS Waspadai Emas Bakal Sumbang Inflasi
Ilustrasi perhiasan emas. Foto/Dok SINDOnews/Akbar Insani
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, harga emas dan perhiasan bakal semakin mahal. Diantara faktor pendorongnya adalah ketidakpastian perekonomian global seiring memanasnya perang dagang Amerika Serikat (AS)-China serta fluktuasi harga komoditas.

"Melihat situasi ekonomi global dan ketidakpastian global yang masih terjadi membuat kemungkinan harga emas masih akan naik pada bulan-bulan berikutnya," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS Jakarta, Senin (2/9/2019).

Menurut dia, harga emas dan perhiasan terus menjulang tinggi hingga Agustus 2019 yang terus menyumbang inflasi.



Saat ini, emas menyumbang sebesar 3,98% secara bulanan, dengan andil 0,05% terhadap inflasi bulan Agustus yang tercatat 0,12%.

"Hal ini membuat emas akan terus menyumbang inflasi yang akan terus terjadi. Jadi, kita perlu waspadai," tukasnya.

Dia menambahkan, harga emas mengalami kenaikan karena banyak dijadikan investasi untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

"Jadi, karena banyak orang yang berbondong-bondong berinvetasi emas karena ini merupakan investasi jangka aman," jelasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak