Pejabat Kurang Kompeten Biang Kerok Pemulihan Ekonomi Berjalan Lambat

Selasa, 25 Agustus 2020 - 21:51 WIB
loading...
Pejabat Kurang Kompeten...
Dari sisi pejabat pelaksana teknis, menurut ekonom menerangkan tidak bekerja secara optimal sehingga pemulihan ekonomi berjalan lebih lama. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru saja mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga pertengahan tahun ini sebesar Rp330,2 triliun. Realisasi defisit anggaran itu setara dengan 2,01% PDB bahkan estimasi sampai akhir tahun bisa mencapai 6,34% dari PDB.

(Baca Juga: Dear Pemerintah, Mau Dongkrak Konsumsi? Percepat Implementasi PEN )

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Indef Bhima Yudhsitira menilai, defisit yang terjadi saat ini permasalahannya adalah ketika proyeksi defisit APBN melebar, namun uang untuk melakukan stimulus ini ternyata serapannya sangat lambat khususnya untuk stimulus kesehatan.

"Jadi sangat jauh dari ekspektasi. Nah ini kemudian jadi masalah, artinya dengan proyeksi pelebaran defisit, pemerintah cari uang dengan cara menghutang dan utang naik cukup tinggi sementara anggaraan yang ada untuk lakukan stimulus nol," ujar Bhima saat dihubungi di Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Dari sisi pejabat pelaksana teknis, menurutnya ini yang tidak bekerja secara optimal. Sehingga pemulihan ekonomi berjalan lebih lama. Dan efek dari adanya pelebaran anggaran yang tidak disertai dengan percepatan realisasi stimulus artinya pelebaran anggaran ini bisa sangat mubazir bagi ekonomi Indonesia dan akan jadi beban karena ternyata uangnya ditahan untuk dicairkan dalam bentuk stimulus.

(Baca Juga: Boncos! Defisit APBN Bakal Terus Melebar hingga 6,34% PDB )

"Nah kalau ini terus terjadi sampai akhir tahun otomatis pemulihan ekonomi akan lambat dan efeknya kita akan masuk resesi dalam, sementara penerimaan pajak butuh waktu lebih lama lagi," beber dia.

Jadi sambung dia, semua masalah ini ada pada pejabat yang kurang kompeten dan birokrasi yang lambat dalam mencairkan stimulus padahal anggaran sudah dicarikan dari pelebaran defisit itu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Rupiah Jeblok ke Rekor...
Rupiah Jeblok ke Rekor Terendah, Ekonomi RI dalam Bahaya?
Defisit Rp240,1 Triliun,...
Defisit Rp240,1 Triliun, Purbaya Sebut APBN Tumbuh Ekspansif hingga Maret 2026
Purbaya Bawa Kabar Gembira...
Purbaya Bawa Kabar Gembira dari Washington: S&P Pertahankan Rating RI Tetap Triple B
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Kebijakan WFH ASN Berpotensi...
Kebijakan WFH ASN Berpotensi Hemat APBN Capai Rp6,2 Triliun
Istana Pastikan Tak...
Istana Pastikan Tak Potong Anggaran MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih
Rekomendasi
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Berita Terkini
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved