Pembiayaan Mandiri Syariah Tembus Rp75 triliun

Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:11 WIB
loading...
Pembiayaan Mandiri Syariah...
Foto: dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Bank Mandiri Syariah hingga akhir Juni 2020 berhasil mencatatkan pembiayaan sebesar Rp75,61 triliun, tumbuh 5,8% dari Juni 2019, yaitu Rp71,47 triliun. Kenaikan pembiayaan juga diikuti naiknya laba bersih perseroan sebesar 30,53% menjadi Rp719 miliar pada semester I/2020.

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari mengatakan, kualitas kredit perseroan terjaga dengan baik di mana rasio non performing financing (NPF) nett di bawah 1% atau 0,08% lebih baik dibanding periode yang sama dari 1,12%. Adapun NPF gross sebesar 2,57% atau turun dari 2,.89%.

"Kami juga perkuat dana murah, terutama tabungan dan transaksi ke arah digital sehingga dalam kondisi pandemi justru transaksi digital yang berkembang pesat dan transaksi kantor cabang berkurang," papar Toni saat konferensi pers virtual di Jakarta kemarin. (Baca: Berkah Pandemi Buat Mandiri Syariah, Labanya Naik 30,5%)

Menurut Toni, sebagai antisipasi kondisi pandemi Covid-19 ini, perseroan akan membentuk cadangan cukup. Tercatat cash coverage Mandiri Syariah sebesar 137% lebih baik dibandingkan tahun lalu, 105%.

“Kami sadar kualitas pembiayaan menjadi challenge dalam masa pandemi ini. Untuk itu, kami mempertebal cadangan kami sebagai antisipasi risiko," tambah Direktur Finance, Strategy, and Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho. (Baca juga: Amien Rais Kritik Naidem: Dunia Pendidikan Beda dengan Pergojekan)

Cahyo menjelaskan, laba yang berhasil dibukukan Mandiri Syariah juga ditopang oleh keberhasilan dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK) yang mendorong peningkatan aset dan komposisi low cost fund, juga keberhasilan dalam menurunkan angka NPF dan penyaluran pembiayaan secara selektif dan berkualitas.

Hingga akhir Juni 2020, Mandiri Syariah telah mencatat dana pihak ketiga (DPK) di angka Rp101,78 triliun, mengalami pertumbuhan 16,52% dari Rp87,36 triliun per Juni 2019. Dari total dana tersebut, porsi low cost fund mencapai hingga 57,93% yang dikontribusikan oleh pertumbuhan tabungan sebesar 72,11% dari total low cost fund. (Lihat videonya: Antrean Mengular, Pengadilan Agama Soreang Dibanjiri Pasutri Sidang Cerai)

Pertumbuhan DPK tersebut juga mendorong aset Mandiri Syariah per akhir Juni 2020 mencapai Rp114,40 triliun atau naik 13,26% dari Juni 2019 yang sebesar Rp101,01 triliun. Pencapaian ini memperkuat posisi Mandiri Syariah sebagai bank syariah terbesar di Indonesia. (Kunthi Fahmar Sandy)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MPMX Meningkatkan Pembagian...
MPMX Meningkatkan Pembagian Dividen Tunai di Tengah Kondisi Industri yang Menantang
Menyatukan Pembiayaan...
Menyatukan Pembiayaan Aset Bergerak dalam Strategi Pemasaran Digital
Perkuat Literasi Keuangan,...
Perkuat Literasi Keuangan, Mahasiswa Diajak Pahami Konsep Pembiayaan Bertanggung Jawab
ACC Luncurkan Mobile...
ACC Luncurkan Mobile Branch, Tingkatkan Pembiayaan di 2026
Adrian Cheng Luncurkan...
Adrian Cheng Luncurkan ALMAD Group, Siapkan Strategi Investasi di Ruang Digital
Meriahkan Hari Pelanggan,...
Meriahkan Hari Pelanggan, ACC Bagi-Bagi Emas dan Diskon Angsuran
FIF Cetak Rekor Laba...
FIF Cetak Rekor Laba Rp4,63 Triliun, Salurkan Pembiayaan Hampir Rp50 Triliun
Banyak Pembiayaan Alergi...
Banyak Pembiayaan Alergi Mobil Listrik, BYD Bikin Leasing Sendiri di 2026
Penghujung Tahun, ACC...
Penghujung Tahun, ACC Carnival Lampung Gelar Promo Beli Mobil dengan Bunga Rendah
Rekomendasi
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Efisiensi Anggaran,...
Efisiensi Anggaran, BGN Hentikan Sementara MBG saat Libur Sekolah 22 Juni-13 Juli 2026
Berita Terkini
PLN EPI Rampungkan Hot...
PLN EPI Rampungkan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Segera Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Infografis
8 Mobil Terkencang 2025,...
8 Mobil Terkencang 2025, Tenaganya Tembus 2.107 HP!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved