Beras dan Rokok Jadi Penyumbang Besar Inflasi Tahunan Agustus 2024
Senin, 02 September 2024 - 14:17 WIB
loading...
Komoditas dengan andil inflasi terbesar adalah beras dan sigaret kretek mesin, masing-masing memberikan sebesar 0,43 persen dan 0,12 persen. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Agustus 2024 terjadi inflasi secara tahunan sebesar 2,12 persen. Sementara secara tahun kalender terjadi inflasi 0,87 persen.
"Tingkat inflasi tahunan pada Agustus 2024 adalah sebesar 2,12 persen atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 103,86 pada Agustus 2023 menjadi 106,06 pada Agustus 2024," jelas Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers hari ini, Senin (2/9/2024).
Baca Juga : BPS Catat Deflasi Agustus 2024 Sebesar 0,03 %
Pudji menuturkan, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 3,39 persen dan memberikan andil sebesar 0,96 persen terhadap inflasi umumnya.
Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah beras dan sigaret kretek mesin masing-masing memberikan andil sebesar 0,43 persen dan 0,12 persen. Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi cukup besar adalah cabai rawit, kopi bubuk dan gula pasir.
"Komoditas lain di luar kelompok makanan, minuman dan tembakau yang juga memberikan andil inflasi cukup signifikan adalah emas perhiasan dan bensin yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,30 persen dan 0,06 persen," terang Pudji.
Ia menambahkan, secara tahunan, inflasi pada Agustus 2024 ini terjadi pada seluruh komponen. Komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,02 persen. Komponen ini memberikan andil inflasi terbesar dengan andil inflasi sebesar 1,30 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya emas perhiasan, kopi bubuk, gula pasir, nasi dengan lauk, biaya sewa rumah dan minyak goreng.
"Tingkat inflasi tahunan pada Agustus 2024 adalah sebesar 2,12 persen atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 103,86 pada Agustus 2023 menjadi 106,06 pada Agustus 2024," jelas Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers hari ini, Senin (2/9/2024).
Baca Juga : BPS Catat Deflasi Agustus 2024 Sebesar 0,03 %
Pudji menuturkan, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 3,39 persen dan memberikan andil sebesar 0,96 persen terhadap inflasi umumnya.
Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah beras dan sigaret kretek mesin masing-masing memberikan andil sebesar 0,43 persen dan 0,12 persen. Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi cukup besar adalah cabai rawit, kopi bubuk dan gula pasir.
"Komoditas lain di luar kelompok makanan, minuman dan tembakau yang juga memberikan andil inflasi cukup signifikan adalah emas perhiasan dan bensin yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,30 persen dan 0,06 persen," terang Pudji.
Ia menambahkan, secara tahunan, inflasi pada Agustus 2024 ini terjadi pada seluruh komponen. Komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,02 persen. Komponen ini memberikan andil inflasi terbesar dengan andil inflasi sebesar 1,30 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya emas perhiasan, kopi bubuk, gula pasir, nasi dengan lauk, biaya sewa rumah dan minyak goreng.
Lihat Juga :