India: Mekanisme Pengiriman Pesan Keuangan Usulan Rusia Bisa Diterapkan
Selasa, 03 September 2024 - 14:00 WIB
loading...
Bank sentral India menilai mekanisme pengiriman pesan keuangan yang diusulkan Rusia untuk transaksi kedua negara bisa dilakukan. FOTO/Ilustrasi/dok.
A
A
A
JAKARTA - Usulan Rusia kepada India untuk menggunakan mekanisme pengiriman pesan keuangannya sendiri – yang dikembangkan sebagai alternatif jaringan global SWIFT yang dikuasai Barat, bisa dilakukan. Jika disepakati, mekanisme itu akan membantu mendorong penyelesaian perdagangan dalam mata uang nasional yang tidak hanya akan mewujudkan dedolarisasi tetapi juga mengarah pada transaksi yang lebih murah, cepat, dan efisien.
Mekanisme pengiriman pesan keuangannya usulan Rusia tersebut telah diteliti oleh bak sentral India, Reserve Bank of India (RBI) dan dinyatakan bisa dilakukan. Namun demikian, diskusi mengenai hal itu masih berlanjut. Keputusan akhir tentang masalah ini juga diperkirakan bakal mempertimbangkan aspek diplomatik.
Baca Juga: Menakar Efek Sanksi Keuangan Barat terhadap Perbankan Rusia
Seorang sumber yang dikutip Businessline mengatakan, setelah pertemuan Perdana Menteri Narendra Modi baru-baru ini dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, di mana keduanya sepakat untuk mempromosikan penyelesaian perdagangan dalam mata uang nasional. Kedua negara juga sepakat memperkenalkan instrumen keuangan digital ke dalam penyelesaian bersama.
Sumber tersebut mengatakan, telah ada pertemuan antara pejabat senior dari RBI dan beberapa bank sektor publik dengan rekan-rekan mereka di Rusia tentang sistem pengiriman pesan alternatif yang diusulkan negara itu. Meski pembicaraan masih berlangsung, dari diskusi itu, ada pandangan di RBI bahwa usulan tersebut bisa dilakukan.
"Ini adalah masalah yang sensitif secara diplomatik sehingga diperlukan pertimbangan lebih lanjut," kata sumber tersebut seperti dilansir Businessline, Selasa (3/9/2024).
Diketahui, bank-bank terkemuka Rusia telah dilarang menggunakan sistem SWIFT, jaringan yang memungkinkan lembaga keuangan untuk bertukar pesan elektronik tentang transaksi internasional yang memungkinkan pembayaran yang aman. Larangan itu merupakan bagian dari sanksi Barat terhadap Rusia setelah negara itu melancarkan operasi militer terhadap Ukraina pada Februari 2022 lalu.
Mekanisme pengiriman pesan keuangannya usulan Rusia tersebut telah diteliti oleh bak sentral India, Reserve Bank of India (RBI) dan dinyatakan bisa dilakukan. Namun demikian, diskusi mengenai hal itu masih berlanjut. Keputusan akhir tentang masalah ini juga diperkirakan bakal mempertimbangkan aspek diplomatik.
Baca Juga: Menakar Efek Sanksi Keuangan Barat terhadap Perbankan Rusia
Seorang sumber yang dikutip Businessline mengatakan, setelah pertemuan Perdana Menteri Narendra Modi baru-baru ini dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, di mana keduanya sepakat untuk mempromosikan penyelesaian perdagangan dalam mata uang nasional. Kedua negara juga sepakat memperkenalkan instrumen keuangan digital ke dalam penyelesaian bersama.
Sumber tersebut mengatakan, telah ada pertemuan antara pejabat senior dari RBI dan beberapa bank sektor publik dengan rekan-rekan mereka di Rusia tentang sistem pengiriman pesan alternatif yang diusulkan negara itu. Meski pembicaraan masih berlangsung, dari diskusi itu, ada pandangan di RBI bahwa usulan tersebut bisa dilakukan.
"Ini adalah masalah yang sensitif secara diplomatik sehingga diperlukan pertimbangan lebih lanjut," kata sumber tersebut seperti dilansir Businessline, Selasa (3/9/2024).
Diketahui, bank-bank terkemuka Rusia telah dilarang menggunakan sistem SWIFT, jaringan yang memungkinkan lembaga keuangan untuk bertukar pesan elektronik tentang transaksi internasional yang memungkinkan pembayaran yang aman. Larangan itu merupakan bagian dari sanksi Barat terhadap Rusia setelah negara itu melancarkan operasi militer terhadap Ukraina pada Februari 2022 lalu.
Lihat Juga :