alexametrics

Menteri Ekonomi Jilid II Jokowi Didominasi Politisi, PKS: Butuh Kerja Keras

loading...
Menteri Ekonomi Jilid II Jokowi Didominasi Politisi, PKS: Butuh Kerja Keras
Melihat profil Menteri Ekonomi Kabinet Jokowi 2019-2024 yang didominasi para Politisi, PKS menilai perlu kerja keras untuk memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Ekonomi dalam kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin bakal menghadapi sejumlah tantangan sangat berat ke depannya. Salah satunya potensi terjadinya resesi ekonomi dunia di tengah perang dagang berkepanjangan Amerika Serikat (AS) versus China.

"Melihat profil Menteri Ekonomi Kabinet Jokowi 2019-2024 yang didominasi para Politisi perlu kerja keras untuk memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia apalagi dunia sedang menghadapi perlambatan bahkan mengarah pada resesi ekonomi," ujar Sekretaris bidang Ekonomi, Industri, Teknologi, Lingkungan Hidup (Ekuinteklh) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Handi Risza kepada SINDOnews, Rabu (23/10/2019).

Menurut dia, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang dihadapi negara ini, seperti stagnasi pertumbuhan ekonomi, tax ratio yang rendah, defisit perdagangan, defisit neraca transaksi berjalan (CAD), nilai tukar rupiah yang rentan. "Semuanya adalah PR yang dihadapi ekonomi Indonesia ke depan," katanya.



Namun kata dia, harus tetap optimis walaupun nama-nama menteri yang muncul di luar ekspektasi publik, yang banyak menginginkan dari kalangan profesional. Khususnya, lanjut dia, menteri-menteri yang bersifat sektoral penopang pertumbuhan ekonomi.

"Kita harus tetap bangun semangat optimis, persoalan ekonomi adalah persoalan bangsa yang harus kita dukung bersama. Apalagi kita masih dalam fase bonus demografi. Jangan sampai bangsa ini menjadi tua sebelum sejahtera," tuturnya.

Dia mengatakan, PKS akan tetap kritis yang konstruktif melihat kebijakan Pemerintah. "Jika baik kita dukung, jika ada yang menyimpang kita akan ingatkan dan kritisi. Selamat bekerja buat pemerintah," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak