Di Tengah Pandemi Covid-19, Pemerintah Terus Jaga Distribusi Pangan
Sabtu, 02 Mei 2020 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
“Insya Allah kalau masyarakat tidak panik dan tidak ada pedagang yang memainkan situasi ini, maka kebutuhan kita benar-benar aman,” katanya.
Meski demikian, Syahrul membenarkan apa yang disampaikan Presiden terkait adanya sejumlah provinsi yang mengalami defisit stok. Kata Syahrul, catatan Kementan sampai dengan bulan April ini ada beberapa provinsi yang mengalami defisit produksi.
Satu di antaranya, yakni Kalimantan Tengah mengalami minus di atas 10%. Kemudian ada dua provinsi yang defisitnya sampai 25%. Masing-masing adalah Provinsi Bali dan Kalimantan Barat. Sedangkan sisanya, yakni Sumatera Utara dan Riau mengalami defisit di bawah 25%.
“Namun setelah kita intervensi, artinya komoditas dari daerah yang surplus itu kita alihkan, lalu masuk ke daerah yang defisit, maka hasilnya ada sekitar 28 provinsi yang saat ini dalam kendali. Walaupun 2 di antaranya, yaitu Kalimantan Utara dan Maluku perlu mendapat perhatian lebih,” tutupnya. (Sudarsono)
Meski demikian, Syahrul membenarkan apa yang disampaikan Presiden terkait adanya sejumlah provinsi yang mengalami defisit stok. Kata Syahrul, catatan Kementan sampai dengan bulan April ini ada beberapa provinsi yang mengalami defisit produksi.
Satu di antaranya, yakni Kalimantan Tengah mengalami minus di atas 10%. Kemudian ada dua provinsi yang defisitnya sampai 25%. Masing-masing adalah Provinsi Bali dan Kalimantan Barat. Sedangkan sisanya, yakni Sumatera Utara dan Riau mengalami defisit di bawah 25%.
“Namun setelah kita intervensi, artinya komoditas dari daerah yang surplus itu kita alihkan, lalu masuk ke daerah yang defisit, maka hasilnya ada sekitar 28 provinsi yang saat ini dalam kendali. Walaupun 2 di antaranya, yaitu Kalimantan Utara dan Maluku perlu mendapat perhatian lebih,” tutupnya. (Sudarsono)
(ysw)
Lihat Juga :