Miliki Infrastruktur Produksi Terbesar dan Masif, MNCN Melesat di Semester II/2020
Kamis, 27 Agustus 2020 - 00:45 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, pendapatan dari YouTube, yaitu melalui multi-channel network, dimana MNC mengelola konten untuk pihak ketiga maupun talent perseroan. Selain itu, perseroan baru saja mendapat kontrak dari Facebook, dan saat ini sedang negosiasi dengan media sosial lain.
Kedua, pendapatan digital juga berasal dari 3 portal milik perseroan, yaitu Okezone.com, Sindonews.com dan iNews.id. Ketiga portal tersebut saling melengkapi dengan konten positioning yang berbeda. "Karena tumbuhnya pesat, sehingga pendapatan dari sini juga pesat," tutur Hary.
Ketiga, pendapatan digital dari super appsRCTI+ yang menggabungkan lima segmen, yakni video streaming, news aggregator, audio aggregator, talent search, games aggregator.
Direktur Utama MNCN David Fernando Audy mengatakan kinerja perseroan pada kuartal III/2020 akan lebih baik dibandingkan dengan kuartal II/2020. "Mungkin nggak sebagus kuartal 1, tapi significant recover, yes. I’m talking in general. Untuk MNC, saya kira kuartal 2 the worst dan sudah terjadi. Kuartal 3 akan di atas itu, karena banyak stimulus program ekonomi nasional," tuturnya.
Dia mengungkapkan pada kuartal II/2020, perseroan terdampak selama masa PSBB. Pasalnya, meski semakin banyak orang menonton televisi ketika PSBB, namun para pengiklan yang bisnisnya terdampak juga mengerem belanja iklannya. "Di kuartal 3 ini harusnya semakin bagus, karena PSBB sudah direlaksasi. Orang-orang sudah mulai belanja lagi," kata David.
Pada semester I/ 2020, MNCN berhasil mengantongi pendapatan dari segmen digital sebesar Rp409,08 miliar. Jumlah tersebut tumbuh 26% dibandingkan dengan catatan pada semester I/2019, yaitu Rp325,21 miliar. Total pendapatan perseroan pada paruh pertama tahun ini Rp3,97 triliun dan laba bersih Rp1,01 triliun.
Kedua, pendapatan digital juga berasal dari 3 portal milik perseroan, yaitu Okezone.com, Sindonews.com dan iNews.id. Ketiga portal tersebut saling melengkapi dengan konten positioning yang berbeda. "Karena tumbuhnya pesat, sehingga pendapatan dari sini juga pesat," tutur Hary.
Ketiga, pendapatan digital dari super appsRCTI+ yang menggabungkan lima segmen, yakni video streaming, news aggregator, audio aggregator, talent search, games aggregator.
Direktur Utama MNCN David Fernando Audy mengatakan kinerja perseroan pada kuartal III/2020 akan lebih baik dibandingkan dengan kuartal II/2020. "Mungkin nggak sebagus kuartal 1, tapi significant recover, yes. I’m talking in general. Untuk MNC, saya kira kuartal 2 the worst dan sudah terjadi. Kuartal 3 akan di atas itu, karena banyak stimulus program ekonomi nasional," tuturnya.
Dia mengungkapkan pada kuartal II/2020, perseroan terdampak selama masa PSBB. Pasalnya, meski semakin banyak orang menonton televisi ketika PSBB, namun para pengiklan yang bisnisnya terdampak juga mengerem belanja iklannya. "Di kuartal 3 ini harusnya semakin bagus, karena PSBB sudah direlaksasi. Orang-orang sudah mulai belanja lagi," kata David.
Pada semester I/ 2020, MNCN berhasil mengantongi pendapatan dari segmen digital sebesar Rp409,08 miliar. Jumlah tersebut tumbuh 26% dibandingkan dengan catatan pada semester I/2019, yaitu Rp325,21 miliar. Total pendapatan perseroan pada paruh pertama tahun ini Rp3,97 triliun dan laba bersih Rp1,01 triliun.
(akr)
Lihat Juga :