alexametrics

Inflasi 0,02%, Ekonom: Waspadai Dampak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

loading...
Inflasi 0,02%, Ekonom: Waspadai Dampak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Kenaikan iuran BPJS Kesehatan tahun depan dikhawatirkan berdampak pada inflasi. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi bulan Oktober mencapai 0,02%. Menanggapi hal itu, Ekonom Indef Bhima Yudisthira mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakuka pemerintah untuk menjaga tingkat inflasi.

Secara khusus, Bhima mengkhawatirkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang menurutnya berpotensi membuat inflasi tahun 2020 meningkat. "Harus waspada, tahun 2020 iuran BPJS Kesehatan naik, subsidi energi dipangkas, dan tekanan resesi global membuat daya beli tertekan," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (1/11/2019).

Dia melanjutkan, inflasi yang relatif rendah saat ini menjadi indikasi sisi permintaan melemah karena kelas menengah atas menahan belanja. "Sementara kelas bawah daya beli tertekan," jelasnya. Kendati demikian, dia memperkirakan inflasi akhir tahun ini akan tetap terjaga dan sesuai dengan target APBN 2019.



"Kalau melihat inflasi tahun kalender Januari-Oktober 2019 sebesar 2,22% sangat mungkin sisa 2 bulan ke depan inflasi terjaga di-range 2,9-3,1%. Asalkan tidak ada dorongan dari penyesuaian harga BBM, tarif listrik," jelasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak