Ekonomi Indonesia Jalan di Tempat dalam 10 Tahun Terakhir, Ekonom Ungkap Masalahnya
Jum'at, 13 September 2024 - 19:28 WIB
loading...
A
A
A
"Sekalipun kita masih heavy di pembangunan infrastruktur , mestinya harus ada sektor ekonomi atau bidang usaha yang bisa kita petik hasilnya, misal manufaktur, itu karakternya padat modal dan padat karya," sambungnya.
Lemahnya pembangunan manufaktur membuatnya menyoroti S&P Global merilis Purchasing Manager’s Index atau PMI Manufaktur Indonesia bulan Juli 2024 sebesar 49,3. Level tersebut turun dibandingkan Juni 2024 sebesar 50,7.
"Kondisi ini ada miss policy atau kesalahan desain kebijakan, kenapa sepanjang 9 tahun terakhir kita hanya mampu ngegas ekonomi kita rerata 5,0 - 5,1%," tambahnya.
Ryan membandingkan, dengan negara tetangga di ASEAN, seperti Vietnam dan Filipina yang memiliki rerata pertumbuhan ekonomi lebih baik dari Indonesia yakni sebesar 6,5 - 7% per tahun. Padahal negara di kawasan ASEAN ini punya tantangan yang sama beberapa tahun belakangan, seperti pandemi Covid-19, hingga terdampak ketegangan geopolitik.
"Memang pertumbuhan ekonomi kita stuck di level 5%, itu harus menjadi concern kita semua, terutama para pengambil kebijakan ke depannya," tutupnya.
Lemahnya pembangunan manufaktur membuatnya menyoroti S&P Global merilis Purchasing Manager’s Index atau PMI Manufaktur Indonesia bulan Juli 2024 sebesar 49,3. Level tersebut turun dibandingkan Juni 2024 sebesar 50,7.
"Kondisi ini ada miss policy atau kesalahan desain kebijakan, kenapa sepanjang 9 tahun terakhir kita hanya mampu ngegas ekonomi kita rerata 5,0 - 5,1%," tambahnya.
Ryan membandingkan, dengan negara tetangga di ASEAN, seperti Vietnam dan Filipina yang memiliki rerata pertumbuhan ekonomi lebih baik dari Indonesia yakni sebesar 6,5 - 7% per tahun. Padahal negara di kawasan ASEAN ini punya tantangan yang sama beberapa tahun belakangan, seperti pandemi Covid-19, hingga terdampak ketegangan geopolitik.
"Memang pertumbuhan ekonomi kita stuck di level 5%, itu harus menjadi concern kita semua, terutama para pengambil kebijakan ke depannya," tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :