AS Cari 6 Juta Barel Minyak Mentah untuk Perkuat Cadangan

Rabu, 18 September 2024 - 07:56 WIB
loading...
A A A
Sementara itu minyak mentah berjangka West Texas Intermediate berada pada level USD71,70 per barel pada hari Selasa kemarin. Harga WTI sedikit naik setelah Badai Francine menutup produksi minyak mentah di Teluk Meksiko pekan lalu, tetapi kekhawatiran tentang permintaan membuat harga relatif rendah dalam beberapa pekan terakhir.

Presiden AS, Joe Biden mengumumkan penjualan tahun 2022, menjadi paling besar yang pernah ada dari cadangan, setelah Rusia, salah satu dari tiga produsen minyak teratas dunia, menginvasi Ukraina. Perang Rusia-Ukraina membantu mendorong harga bensin ke rekor lebih dari USD5 per galon.

Pemerintah sejauh ini telah membeli kembali lebih dari 50 juta barel, setelah menjual 180 juta barel dengan harga rata-rata sekitar USD95 per barel, kata Departemen Energi.

Di sisi lain harga minyak saat ini berada di bawah target harga pembelian kembali, konflik di Timur Tengah dan faktor lainnya berpotensi dengan cepat meningkatkan harga minyak kembali. Pada bulan April, AS membatalkan pembelian SPR minyak karena adanya kenaikan harga.

Cadangan saat ini menampung 380 juta barel, yang sebagian besar adalah minyak mentah asam, atau minyak yang direkayasa oleh banyak kilang AS untuk diproses. Cadangan yang paling banyak dipegang oleh AS yakni mencapai hampir 727 juta barel pada tahun 2009.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Rekomendasi
Lionel Messi Absen Latihan...
Lionel Messi Absen Latihan Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
Inpres Gajah Dinilai...
Inpres Gajah Dinilai Perkuat Perlindungan Habitat, Langkah Menhut Diapresiasi
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Berita Terkini
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Bukti Transparansi,...
Bukti Transparansi, Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama di Indonesia Terapkan Integrasi Data Perpajakan Bersama DJP
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved