alexametrics

Pendiri Amartha Masuk Bursa Kandidat Staff Khusus Presiden

loading...
Pendiri Amartha Masuk Bursa Kandidat Staff Khusus Presiden
Sejumlah nama masuk dalam bursa calon staf khusus Presiden Jokowi, dimana salah satunya yakni Andi Taufan Garuda Putra yang merupakan Pendiri dan CEO Amartha. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Sejumlah nama masuk dalam bursa calon staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), dimana salah satunya yakni Andi Taufan Garuda Putra yang merupakan Pendiri dan CEO Amartha. Seperti diketahui Amartha merupakan perusahaan pionir teknologi finansial peer to peer (p2p) lending berdampak sosial yang menyalurkan pendanaan modal usaha mikro kepada perempuan di pedesaan.

Saat dihubungi melalui pesan singkat, Andi Taufan mengatakan belum bisa membagi infomasi tersebut. "Maaf masih belum bisa memberikan informasi apa-apa, silahkan dikonfirmasi langsung ke istana," ujar Andi melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Sebelumnya Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden Jokowi Widodo akan segera mengumumkan staf khususnya hari ini. Jumlah staf khusus yang akan diperkenalkan Jokowi sebanyak 12 orang. "Pesiden akan segera mengumumkan dan mudah-mudahan akan diperkenalkan hari ini. Lima nama lama, 7 nama baru, 12 nama," kata Pramono di kantor Presiden, Jakarta Pusat.



Pramono mengatakan, pemilihan staf khusus tersebut menjadi kewenangan Presiden sesuai kebutuhannya."Sepenuhnya kewenangan Bapak Presiden. Sabar, ke-12 nama itu adalah stafsus Presiden," ucapnya.

Pramono mengatakan, pemilihan staf khusus tersebut menjadi kewenangan Presiden sesuai kebutuhannya. Beberapa kandidat lainnya adalah CEO and Founder Creativepreneur, Putri Indahsari atau Putri Tanjung; pendiri Ruang Guru, Adamas Belva Syah Devara; putra Papua, Billy Mambrasar, perumus gerakan Sabang Merauke, Ayu Kartika Dewi; dan pendiri Thisable Enterprise, Angkie Yudistia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak