Harta Miliarder Bernard Arnault Lenyap Rp812 Triliun, Ada Apa dengan Bisnis Barang Mewah?
Rabu, 25 September 2024 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
"Saya tidak begitu tahu. Faktanya adalah, volume kami turun dua digit," bebernya.
Tapi bukan hanya LVMH yang mengalami masa sulit di pasar saat ini. Merek mewah besar lainnya juga melaporkan kerugian pada tahun ini. Faktanya, pendapatan barang mewah cenderung datar selama Q2 2024, pertumbuhan paling lambat dalam 15 kuartal, menurut catatan Bank of America tentang barang-barang mewah.
Permintaan memburuk selama Juli, dan Agustus dan September juga melambat.
Michael Kors yang berada di bawah Capri Holdings, melihat pendapatan kuartal pertamanya turun lebih dari 14% secara year to year (YoY).
"Terkadang Anda akan menjadi hal terpanas di blok," kata Michael Kors dalam kesaksiannya selama persidangan antimonopoli senilai USD8,5 miliar yang melibatkan Capri Holdings dan Tapestry.
"Terkadang kamu akan merasa hangat. Terkadang kamu akan kedinginan," bebernya.
Tapi bukan hanya LVMH yang mengalami masa sulit di pasar saat ini. Merek mewah besar lainnya juga melaporkan kerugian pada tahun ini. Faktanya, pendapatan barang mewah cenderung datar selama Q2 2024, pertumbuhan paling lambat dalam 15 kuartal, menurut catatan Bank of America tentang barang-barang mewah.
Permintaan memburuk selama Juli, dan Agustus dan September juga melambat.
Michael Kors yang berada di bawah Capri Holdings, melihat pendapatan kuartal pertamanya turun lebih dari 14% secara year to year (YoY).
"Terkadang Anda akan menjadi hal terpanas di blok," kata Michael Kors dalam kesaksiannya selama persidangan antimonopoli senilai USD8,5 miliar yang melibatkan Capri Holdings dan Tapestry.
"Terkadang kamu akan merasa hangat. Terkadang kamu akan kedinginan," bebernya.
Kekayaan Bersih Bernard Arnault
Saat Arnault kehilangan sejumlah besar kekayaan miliknya pada tahun ini sebagai akibat dari lesunya pasar barang mewah dengan kekayaan bersih USD177 miliar, Ia masih lebih kaya daripada mantan CEO Microsoft Bill Gates dan Steve Ballmer, serta Warren Buffett, Michael Dell, dan CEO Nvidia Jensen Huang.Lihat Juga :