BRICS Gerogoti Daya Beli Dolar AS, Momok Mengerikan bagi Negara Maju

Jum'at, 27 September 2024 - 07:34 WIB
loading...
BRICS Gerogoti Daya...
Daya beli dolar AS yang terus menurun setiap tahunnya bisa menyebabkan terjadinya hiperinflasi. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Daya beli dolar Amerika Serikat (AS) yang terus menurun setiap tahunnya bisa menyebabkan terjadinya hiperinflasi sebagai momok mengerikan bagi negara maju.

CEO Zang Enterprises, Lynette Zang mengungkapkan bahwa daya beli dolar AS terkikis dengan sangat cepat. Hal itu terjadi ketika aliansi BRICS meninggalkan dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia.

"Hanya 3% dari daya beli asli dolar AS yang tersisa pada 2024 seperti yang didokumentasikan oleh Federal Reserve tahun ini. Inilah yang akan disampaikan oleh data resmi pemerintah," kata Zang disitir dari WatcherGuru, Jumat (27/9/2024).

Baca Juga: BRICS Bocorkan Mata Uang Resmi Penantang Dolar AS, 40% Bertabur Emas

Hal ini memberikan BRICS lebih banyak jarak tempuh untuk menghadapi dolar AS karena daya belinya semakin berkurang. Zang menjelaskan bahwa daya beli dolar AS dapat jatuh ke level terendah dalam waktu cepat.

Dia memproyeksikan nilai tukar bisa jatuh ke titik 0% pada 2025 dari 3% tahun ini. Negara-negara BRICS dapat memanfaatkan perkembangan ini dan mendorong mata uang lokal untuk mengungguli dolar AS dalam perdagangan.

"Saya percaya dengan sepenuh hati dan semua yang saya ketahui bahwa kita telah memulai transisi menuju hiperinflasi," kata Zang kepada Kitco News.

"Kita akan melihat lebih banyak pinjaman, lebih banyak pencetakan uang, lebih banyak inflasi karena mereka belum membunuh binatang buas yang mereka ciptakan dan terus ciptakan," ujarnya.

Baca Juga: Putin Perintahkan Rusia Ubah Doktrin Nuklir, Ukraina dan NATO dalam Bahaya

Selain agenda dedolarisasi dari BRICS, dolar AS juga harus bertarung dengan mata uang CBDC yang akan datang. 134 negara di seluruh dunia sedang dalam tahap uji coba untuk menguji mata uang digital masing-masing.

Atlantic Council melaporkan bahwa dari 134 negara tersebut, 66 negara sudah dalam tahap pengujian lanjutan. Mata uang CBDC dapat menjadi kenyataan pada 2027 dan menantang prospek dolar AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
Rekomendasi
15 Perwira Dimutasi...
15 Perwira Dimutasi Kapolri Jadi Dirlantas pada Juni 2026, Ini Namanya
Piala Dunia 2026 Diatur...
Piala Dunia 2026 Diatur untuk Tim Unggulan?
5 Fakta Menarik Prancis...
5 Fakta Menarik Prancis Tim Pertama Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Infografis
126 Negara Berkumpul...
126 Negara Berkumpul di Rusia Bahas Penggulingan Dolar AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved