Orang Terkaya Rusia Ketiban Durian Runtuh Saat Perang, Hartanya Nambah Rp467,8 Triliun
Rabu, 02 Oktober 2024 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pendiri Induk TikTok, Zhang Yiming Berharta Rp682,7 Triliun Tembus 5 Orang Terkaya China
Lonjakan kekayaan terbesar dirasakan oleh Andrey Melnichenko, pendiri produsen pupuk EuroChem dan pemasok batubara termal, Suek. Dia adalah orang terkaya keenam di Rusia, dimana hartanya bertambah lebih dari USD6 miliar sepanjang periode Januari-September, menjadikan hartanya tembus USD25 miliar, berdasarkan perkiraan Bloomberg.
Deretan miliarder Rusia, seperti Potanin, Alekperov, dan Melnichenko tetap meraup cuan, meski sedang dalam situasi terkena sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022.
Pendiri dan pemilik Telegram, Pavel Durov berada di nomor 310 dalam daftar Bloomberg dengan kekayaan bersih USD9,07 miliar. Maestro teknologi itu ditahan di Prancis pada bulan Agustus dan didakwa dengan beberapa pelanggaran serta dikaitkan dengan kerugian sebesar USD85 juta.
Tuduhan terhadap Durov disebut terkait dengan penolakan bekerja sama dengan pihak berwenang hingga mengelola platform online yang diduga digunakan oleh para kriminal. Kasus Prancis terhadapnya saat ini masih berlangsung.
Lonjakan kekayaan terbesar dirasakan oleh Andrey Melnichenko, pendiri produsen pupuk EuroChem dan pemasok batubara termal, Suek. Dia adalah orang terkaya keenam di Rusia, dimana hartanya bertambah lebih dari USD6 miliar sepanjang periode Januari-September, menjadikan hartanya tembus USD25 miliar, berdasarkan perkiraan Bloomberg.
Deretan miliarder Rusia, seperti Potanin, Alekperov, dan Melnichenko tetap meraup cuan, meski sedang dalam situasi terkena sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022.
Pendiri dan pemilik Telegram, Pavel Durov berada di nomor 310 dalam daftar Bloomberg dengan kekayaan bersih USD9,07 miliar. Maestro teknologi itu ditahan di Prancis pada bulan Agustus dan didakwa dengan beberapa pelanggaran serta dikaitkan dengan kerugian sebesar USD85 juta.
Tuduhan terhadap Durov disebut terkait dengan penolakan bekerja sama dengan pihak berwenang hingga mengelola platform online yang diduga digunakan oleh para kriminal. Kasus Prancis terhadapnya saat ini masih berlangsung.
Lihat Juga :