alexametrics

Aksi Bersih-bersih BUMN Oleh Erick Thohir Diprediksi Bikin Rupiah Menguat

loading...
Aksi Bersih-bersih BUMN Oleh Erick Thohir Diprediksi Bikin Rupiah Menguat
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat, meski cenderung terbatas imbas sentimen positif dari kinerja Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat, meski cenderung terbatas sehingga trennya tidak akan terlalu besar. Dorongan mata uang garuda menguat diperkirakan karena kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir yang menjadi sorotan utama saat ini usai memperhentikan Dirut PT.Garuda Indonesia sebagai upaya bersih-bersih perusahaan pelat merah.

"Serta mengganti Direksi dan Komisaris dengan orang-orang yang kompeten dibidangnya, tegas,disegani dan profesional. Sehingga membawa sentimen positif untuk pasar," ujar Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Sambung dia menambahkan, aksi perbaikan pada perusahaan plat merah yang dilakukan Menteri Erick membawa berkah terhadap pasar sehingga arus modal asing kembali masuk ke pasar valas dan obligasi, itu terlihat dalam perdagangan DNDF hari ini. "Dalam perdagangan rupiah kemungkinan masih akan menguat terbatas di level Rp13.990 hingga Rp14.040 per USD," jelasnya.



Sebelumnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (9/12) kemarin ditutup menjaga tren positif untuk melengkapi penguatan sepanjang hari ini. Perbaikan mata uang Garuda mengiringi lonjakan Pounds menjelanh pemilu pekan ini, serta dolar berdiri kokoh ditopang data ketenagakerjaan.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange merangkak naik ke posisi Rp14.010/USD dibandingkan sesi penutupan akhir pekan, kemarin Rp14.038/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara level Rp14.005 hingga Rp14.019/USD.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak