Rusia Ungkap Syarat Utama Bergabung dengan BRICS, Apa Saja?

Jum'at, 04 Oktober 2024 - 11:09 WIB
loading...
A A A
Hal itu disampaikan oleh Ryabkov, ketika ditanya tentang kondisi apa saja yang diharuskan untuk menjadi calon anggota BRICS. Sementara itu Moskow menganggap sanksi Barat yang dijatuhkan oleh AS dan sekutunya atas konflik Ukraina sebagai tindakan ilegal dan tidak sah.

Sementara itu Rusia dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT tahunan BRICS di Kazan akhir bulan ini, sebagai pemegang kursi bergulir kelompok saat ini. Di antara negara-negara yang saat ini berminat bergabung bersama BRICS adalah, Aljazair, Bangladesh, Bahrain, Belarusia, Bolivia, Kuba, Honduras, Indonesia, Kazakhstan, Kuwait, Maroko, Nigeria, Palestina, Senegal, Thailand, Venezuela dan Vietnam.

"Pintu ke BRICS tetap terbuka," kata Ryabkov kepada wartawan, tetapi ekspansi seharusnya tidak menjadi akhir bagi dirinya sendiri.

Tujuan Rusia tahun ini adalah untuk "memastikan integrasi organik dan penuh" dari anggota yang baru-baru ini diterima ke dalam "arsitektur multifaset kemitraan BRICS," sambil mempertahankan dinamika dan efektivitas mekanisme dan format asosiasi internasional, jelasnya.

Perluasan BRICS terus didorong untuk tujuan meningkatkan kemampuan dan otoritas internasional. Ryabkov mengingatkan wartawan bahwa semua keputusan dalam asosiasi dibuat berdasarkan konsensus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Utut Adianto Sebut Diplomasi...
Utut Adianto Sebut Diplomasi Prabowo Cerminkan Strategi Mendayung di Antara Dua Karang
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Akhirnya, Ukraina Sepakati...
Akhirnya, Ukraina Sepakati Gencatan Senjata 30 Hari dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved