Siapkan Kejutan Baru, Rusia Peringatkan Barat Tak Ganggu KTT BRICS di Kazan

Minggu, 06 Oktober 2024 - 07:29 WIB
loading...
A A A
"Semua isu-isu yang relevan dalam agenda internasional sedang dibahas di BRICS. Tentu saja, situasi di Ukraina adalah salah satunya. Kami tidak menyembunyikan apapun. Sebaliknya, kami menggunakan platform ini untuk menunjukkan apa saja akar penyebab dari konflik tersebut," jelas dia.

Berbicara mengenai perluasan BRICS, diplomat tersebut menyebutkan bahwa tidak adanya sanksi terhadap anggota-anggota asosiasi saat ini merupakan salah satu syarat utama untuk bergabung.

"Penting untuk mengejar arah yang berdaulat, memiliki peran yang signifikan dalam urusan internasional dan regional, membangun hubungan yang baik dengan negara-negara BRICS, menahan diri untuk tidak ikut serta dalam sanksi-sanksi yang tidak sah terhadap para anggota asosiasi," tegasnya.

Ryabkov menekankan bahwa penambahan anggota baru harus memiliki tujuan untuk memperkuat potensi BRICS dan otoritas internasional. Diplomat ini juga menegaskan bahwa upaya untuk menciptakan platform keuangan independen di dalam BRICS terus berlanjut meski masih terlalu dini untuk membicarakan pembentukan mata uang digital BRICS.

"Kita tidak boleh memiliki ilusi dan ekspektasi yang terlalu tinggi. Masalah menciptakan mekanisme pembayaran independen sangatlah sulit, ini membutuhkan pendekatan yang dipikirkan dengan matang, dan itulah yang sedang kami lakukan. Yang paling penting, semua negara BRICS fokus pada pencapaian hasil praktis dan siap untuk mengembangkan kerja sama di bidang ini," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
90 Menit yang Bisa Mengubah...
90 Menit yang Bisa Mengubah Takdir Lamine Yamal Jadi Legenda
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved