Kiat Personal Branding Raden Hanif, Karyawan BUMN Sukses Jadi Konten Kreator
Senin, 07 Oktober 2024 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, di era digital seperti sekarang, seorang lulusan Ilmu Komunikasi harus bisa menggunakan media sosial untuk personal branding. "Ilmu komunikasi output-nya memang untuk memahami dan mempengaruhi orang lain, jadi itu bagian dari pekerjaan kita sebagai content creator juga," jelasnya.
Hanif menggunakan strategi mirroring, yakni memposting ulang konten dari satu platform ke platform lain seperti Instagram, TikTok, dan YouTube Shorts. Strategi ini membantunya memperluas jangkauan audiens dengan cepat. Meskipun menggunakan format yang sama, Hanif mengacak jadwal posting untuk menjaga ketertarikan pengikut di berbagai platform.
Hal yang membuat Raden Hanif unik dibandingkan public speaker lainnya adalah pendekatan spiritual yang ia masukkan dalam kontennya. Salah satu contoh adalah tips mengatasi gugup saat berbicara di depan umum, di mana Hanif menyarankan pembacaan doa Nabi Musa sebagai cara untuk memperkuat mental sebelum tampil. Baca juga: Para Pelajar! Ini Perbedaan Personal Branding dan Pencitraan di Media Sosial
"Ini yang membedakan saya dengan public speaker lainnya. Saya lebih fokus pada membangun mentalitas, bukan hanya teknik bicara," tambahnya.
Keberhasilan Hanif tak lepas dari kolaborasi dengan kreator konten lain dan endorsement dari berbagai brand. Namun, fokus utama Hanif tetap pada pengembangan diri sebagai trainer dan public speaker.
Hanif menggunakan strategi mirroring, yakni memposting ulang konten dari satu platform ke platform lain seperti Instagram, TikTok, dan YouTube Shorts. Strategi ini membantunya memperluas jangkauan audiens dengan cepat. Meskipun menggunakan format yang sama, Hanif mengacak jadwal posting untuk menjaga ketertarikan pengikut di berbagai platform.
Hal yang membuat Raden Hanif unik dibandingkan public speaker lainnya adalah pendekatan spiritual yang ia masukkan dalam kontennya. Salah satu contoh adalah tips mengatasi gugup saat berbicara di depan umum, di mana Hanif menyarankan pembacaan doa Nabi Musa sebagai cara untuk memperkuat mental sebelum tampil. Baca juga: Para Pelajar! Ini Perbedaan Personal Branding dan Pencitraan di Media Sosial
"Ini yang membedakan saya dengan public speaker lainnya. Saya lebih fokus pada membangun mentalitas, bukan hanya teknik bicara," tambahnya.
Keberhasilan Hanif tak lepas dari kolaborasi dengan kreator konten lain dan endorsement dari berbagai brand. Namun, fokus utama Hanif tetap pada pengembangan diri sebagai trainer dan public speaker.
(poe)
Lihat Juga :