Setiap Hari Ribut Soal Khilafah dan PKI, Ternyata yang Paling Ditakuti Justru Krisis Ekonomi
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 14:22 WIB
loading...
A
A
A
Survei lainnya adalah harapan terbesar masyarakat Indonesia setelah 75 tahun merdeka adalah terciptanya masyarakat yang sejahtera. Porsi harapan tersebut mencapai 15,9%.
Berikutnya masyarakat berharap Indonesia lebih maju dari negara lain dengan porsi 13,8%. Kemudian terbukanya lapangan kerja sebesar 8,2 %, ekonomi bisa tumbuh pesat 7,8%, serta harapan pandemi covid-19 bisa berakhir sebesar 7,3%.
Setelah ekonomi, dia menambahkan publik masih melihat komunisme sebagai ancaman. Walau angkanya relatif jauh dari ancaman ekonomi, namun komunisme masih menduduki urutan kedua dari segi ancaman.
"Walaupun komunisme sudah dilarang, namun masih ada 5,2% publik yang menyatakan komunisme sebagai lima besar ancaman setelah ekonomi," katanya. ( Baca juga: Menkeu Sebut Orang Kaya Sudah Jarang Pergi ke Bioskop dan Warung )
Berikutnya dia menjelaskan metode survei dilakukan melalui telpon dilakukan pada 16-21 Agustus 202. Sebanyak 466 responden berusia minimal 17 tahun berbasis rumah tangga dipilih secara acak bertingkat di 17 kota besar di Indonesia. Kota tersebut adalah Banda Aceh, Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Makassar, Manado, Ambon dan Jayapura.
Jumlah responden yang dipilih dilakukan dengan proporsional di setiap kota. Dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error +/- 4,5%.
Berikutnya masyarakat berharap Indonesia lebih maju dari negara lain dengan porsi 13,8%. Kemudian terbukanya lapangan kerja sebesar 8,2 %, ekonomi bisa tumbuh pesat 7,8%, serta harapan pandemi covid-19 bisa berakhir sebesar 7,3%.
Setelah ekonomi, dia menambahkan publik masih melihat komunisme sebagai ancaman. Walau angkanya relatif jauh dari ancaman ekonomi, namun komunisme masih menduduki urutan kedua dari segi ancaman.
"Walaupun komunisme sudah dilarang, namun masih ada 5,2% publik yang menyatakan komunisme sebagai lima besar ancaman setelah ekonomi," katanya. ( Baca juga: Menkeu Sebut Orang Kaya Sudah Jarang Pergi ke Bioskop dan Warung )
Berikutnya dia menjelaskan metode survei dilakukan melalui telpon dilakukan pada 16-21 Agustus 202. Sebanyak 466 responden berusia minimal 17 tahun berbasis rumah tangga dipilih secara acak bertingkat di 17 kota besar di Indonesia. Kota tersebut adalah Banda Aceh, Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Makassar, Manado, Ambon dan Jayapura.
Jumlah responden yang dipilih dilakukan dengan proporsional di setiap kota. Dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error +/- 4,5%.
(uka)
Lihat Juga :