alexametrics

Menhub Budi Karya Ungkap Modus Licik Penyelundupan Mobil Mewah dan Moge

loading...
Menhub Budi Karya Ungkap Modus Licik Penyelundupan Mobil Mewah dan Moge
Menanggapi penyelundupan mobil mewah dan Moge lewat pelabuhan Tanjung Priok, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, bahwa modus yang dilakukan sangat licik. Foto/Isra Triansyah
A+ A-
JAKARTA - Penyelundupan mobil mewah dan motor gede (Moge) berbagai brand melalui pelabuhan Tanjung Priok berhasil dibongkar oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai. Menanggapi hal itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, bahwa modus yang dilakukan sangat licik.

(Baca Juga: Bea Cukai di 2019 Bongkar Penyelundupan Mercedez-Harley, Ini Rinciannya)

Modus yang digunakan bervariasi yaitu tanpa pemberitahuan, pengeluaran tanpa izin, salah pemberitahuan, bongkar luar kawasan tanpa izin, tidak mere-ekspor barang eks-impor, dan pindah lokasi impor sementara tanpa izin. Bahkan salah satu modus yang digunakan dalam dokumen disebutkan sebagai batu bata, suku cadang mobil, aksesoris, dan perkakas.



"Modus ini sangat licik dengan mengatakan ini batu bata. Maka itu kita harapakan tim di pelabuhan seluruh Indonesia lebih kompak dan saling mendukung," ujar Menhub Budi Karya Sumadi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (17/12/2019).

Menurut dia, pihaknya bersama, Kemenkeu, TNI-Polri dan Kejaksaan sepakat akan memperketat dan mendukung Bea Cukai. "Kami akan menambah tim Kemenhub untuk melakukan pengamatan terhadap kemungkinan penyelundupan yang meningkat, seiring gaya hidup hedonisme," jelasnya.

Sebelumnya, perkiraan total nilai barang yang diamankan oleh Bea Cukai mencapai kurang lebih Rp21 miliar dan potensi kerugian negara mencapai kurang lebih Rp48 miliar. Dalam kurun waktu tersebut sebanyak 19 unit mobil mewah dan 35 unit motor/rangka motor/mesin motor mewah berbagai merek telah diamankan oleh Bea Cukai Tanjung Priok.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak