Kementan Jelaskan Produksi Beras di Tengah El Nino Berkepanjangan Tahun 2024
Rabu, 16 Oktober 2024 - 17:52 WIB
loading...
A
A
A
"Dampaknya signifikan. Produksi beras periode Agustus hingga Oktober 2024 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 5 tahun sebelumnya secara berturut-turut," kata Arief menegaskan .
Data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, produksi padi pada periode Agustus-Oktober 2022 mencapai 12,55 juta ton, begitupun pada 2023 sebesar 12,55 juta ton. Sementara itu, di tahun 2024, produksi padi meningkat menjadi 14,73 juta ton.
Bila diakumulasikan, produksi padi semester II/2024 mampu menghasilkan 23,36 juta ton, meningkat bila dibandingkan 2022 sebesar 22,44 juta ton dan 2023 sebesar 21,63 juta ton.
Arief menegaskanbahwapemerintah terus bekerja dengan optimasi lahan dan indeks pertanaman lahan yang ada sekaligus mempersiapkan lahan sawah baru melalui cetak sawah 3 juta hektare mulai 2025.
"Pemerintah optimis paling lambat dalam 3 tahun kedepan Indonesia swasembada beras kembali, dan dalam beberapa tahun berikutnya akan ekspor dan menjadi lumbung pangan dunia,” tutur menutup keterangan.
Data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, produksi padi pada periode Agustus-Oktober 2022 mencapai 12,55 juta ton, begitupun pada 2023 sebesar 12,55 juta ton. Sementara itu, di tahun 2024, produksi padi meningkat menjadi 14,73 juta ton.
Bila diakumulasikan, produksi padi semester II/2024 mampu menghasilkan 23,36 juta ton, meningkat bila dibandingkan 2022 sebesar 22,44 juta ton dan 2023 sebesar 21,63 juta ton.
Arief menegaskanbahwapemerintah terus bekerja dengan optimasi lahan dan indeks pertanaman lahan yang ada sekaligus mempersiapkan lahan sawah baru melalui cetak sawah 3 juta hektare mulai 2025.
"Pemerintah optimis paling lambat dalam 3 tahun kedepan Indonesia swasembada beras kembali, dan dalam beberapa tahun berikutnya akan ekspor dan menjadi lumbung pangan dunia,” tutur menutup keterangan.
(ars)
Lihat Juga :