Prabowo Janji RI Swasembada Pangan 5 Tahun Lagi, Pakar Sarankan Genjot Komoditas non-Padi
Senin, 21 Oktober 2024 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengaku telah mempelajari persoalan pangan di Indonesia bersama pakar-pakar yang membantunya. Dari hasil kajian itu, ia yakin paling lambat dalam waktu empat hingga lima tahun, swasembada pangan bisa terwujud. ”Bahkan, kita siap menjadi lumbung pangan dunia," ujarnya.
Guru Besar Pertanian Universitas Jember Prof. Ahmad Subagyo menilai apa yang dicita-citakan oleh Prabowo memiliki tantanga berat. Mengingat Indonesia sekarang merupakan negara net importir pangan.
"Belum lagi, banyak hal dari sistem pangan kita yang sangat jelek karena kita lebih menekankan tentang komoditas mayoritas. Komoditas mayoritas itu artinya hanya komoditas-komoditas tertentu yang kita gunakan mengesampingkan komoditas potensial lainnya," ujar dia kepada SINDOnews, Senin (21/10/2024).
Menurut dia dalam upaya mencapai swasembada pangan diperlukan strategi tepat untuk menghidupkan kembali seluruh potensi pangan yang dimiliki Indonesia. Tidak hanya bertumpu pada komoditas padi, tapi perlu melirik komoditas lain seperti singkong yang sempat menjadi andalan bagi Indonesia.
"Kita memang sudah ketinggalan untuk pengembangan dari komoditas-komoditas selain non-padi. Kita ketinggalan jauh yang semestinya semula singkong kita bisa menjadi raja di tahun 1960-1980. Namun, kerajaan singkong dunia itu sudah diambil alih oleh Thailand dan kita justru meluncur jatuh di bawah Vietnam," kata dia.
Guru Besar Pertanian Universitas Jember Prof. Ahmad Subagyo menilai apa yang dicita-citakan oleh Prabowo memiliki tantanga berat. Mengingat Indonesia sekarang merupakan negara net importir pangan.
"Belum lagi, banyak hal dari sistem pangan kita yang sangat jelek karena kita lebih menekankan tentang komoditas mayoritas. Komoditas mayoritas itu artinya hanya komoditas-komoditas tertentu yang kita gunakan mengesampingkan komoditas potensial lainnya," ujar dia kepada SINDOnews, Senin (21/10/2024).
Menurut dia dalam upaya mencapai swasembada pangan diperlukan strategi tepat untuk menghidupkan kembali seluruh potensi pangan yang dimiliki Indonesia. Tidak hanya bertumpu pada komoditas padi, tapi perlu melirik komoditas lain seperti singkong yang sempat menjadi andalan bagi Indonesia.
"Kita memang sudah ketinggalan untuk pengembangan dari komoditas-komoditas selain non-padi. Kita ketinggalan jauh yang semestinya semula singkong kita bisa menjadi raja di tahun 1960-1980. Namun, kerajaan singkong dunia itu sudah diambil alih oleh Thailand dan kita justru meluncur jatuh di bawah Vietnam," kata dia.
Lihat Juga :