Rusia Balas Dendam, Sita Pendapatan dari Aset Barat yang Dibekukan

Sabtu, 26 Oktober 2024 - 10:37 WIB
loading...
A A A
Sehari sebelumnya, Parlemen Eropa juga menegaskan dukungannya atas pengalokasian pinjaman hingga 35 miliar euro (USD38 miliar) untuk Kiev dengan menggunakan aset Rusia yang diimobilisasi sebagai agunan untuk pembayaran kembali. Menurut Euroclear, dana yang dibekukan telah menghasilkan bunga sebesar 3,4 miliar euro (USD3,6 miliar) hingga pertengahan Juli.

Rusia telah berulang kali memperingatkan bahwa penyitaan asetnya akan dianggap sebagai "pencurian" dan akan melanggar hukum internasional serta merusak mata uang cadangan, sistem keuangan global, dan ekonomi dunia.

Dana Moneter Internasional (IMF) juga telah menyuarakan kekhawatiran bahwa tindakan tersebut dapat merusak kepercayaan pada sistem keuangan Barat. Siluanov sebelumnya memperingatkan bahwa pelaku global sedang mengikuti dengan saksama cerita yang melibatkan aset Rusia dan menarik kesimpulan mereka sendiri.

Meskipun menteri keuangan tidak merinci jumlah aset Barat yang saat ini disimpan di Rusia, perhitungan sebelumnya oleh RIA Novosti menyebutkan angka tersebut kira-kira sama dengan jumlah dana Rusia yang dibekukan di luar negeri. Kantor berita tersebut melaporkan bahwa total investasi asing langsung dalam ekonomi Rusia oleh UE, G7, Australia, dan Swiss berjumlah USD288 miliar pada akhir tahun 2022.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Rekomendasi
Inggris Dihantam Isu...
Inggris Dihantam Isu Keributan di Kamar Ganti, Harry Kane Semprot Media
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Berita Terkini
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved