Jajaki Kerja Sama dengan Pupuk Indonesia, Ketum Ansor: Harusnya Kita Jadi Lumbung Pangan Dunia
Minggu, 27 Oktober 2024 - 10:23 WIB
loading...
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menjajaki kerja sama dengan Pupuk Indonesia dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Addin Jauharudin mengatakan Indonesia bisa jadi lumbung pangan dunia asalkan kebijakan-kebijakan pemerintah melibatkan secara aktif dan pasrtisipatif masyarakat.
Hal ini dia sampaikan di sela kegiatan penandatangan Nota Kesapahaman tentang Kerja Sama Pengembangan Usaha Mendukung Ketahanan Pangan Nasional antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor di Jakarta, baru-baru ini.
“Indonesia adalah negara kaya, sumber daya alamnya melimpah. Kita bisa jadi lumbung pangan dunia asalkan masyarakat bisa dilibatkan secara aktif dalam setiap kebijakan berkaitan pangan,” kata Addin dalam siaran pers, Minggu (27/10/2024).
Baca Juga: Ketum GP Ansor Addin: Indonesia Tidak Baik-baik Saja, Butuh Langkah Besar
Sayangnya, kekayaan sumber daya alam berbanding terbalik dengan fakta ketahanan pangan nasional yang masih rendah. Addin menyebut Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara terkait ketahanan pangan. “Ini fakta yang harus kita terima, tahun 2022 kita masih berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina,” ujarnya.
Dikutip dari Global Foot Security Index (GFSI) Indonesia mendapatkan skor 59,2. Sementara skor Singapura 77,4; Malaysia 70,1; Thailand 64,5; Vietnam 61,1; dan Filipina 60,1. Secara global, ndonesia berada di peringkat ke-69 dari 113 negara.
“Ke depan saya rasa perlu memperkuat kolaborasi, utamanya pelibatan masyarakat secara lebih aktif agar kebijakan terkait pengembangan pangan ini tepat sasaran,” ujarnya.
Hal ini dia sampaikan di sela kegiatan penandatangan Nota Kesapahaman tentang Kerja Sama Pengembangan Usaha Mendukung Ketahanan Pangan Nasional antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor di Jakarta, baru-baru ini.
“Indonesia adalah negara kaya, sumber daya alamnya melimpah. Kita bisa jadi lumbung pangan dunia asalkan masyarakat bisa dilibatkan secara aktif dalam setiap kebijakan berkaitan pangan,” kata Addin dalam siaran pers, Minggu (27/10/2024).
Baca Juga: Ketum GP Ansor Addin: Indonesia Tidak Baik-baik Saja, Butuh Langkah Besar
Sayangnya, kekayaan sumber daya alam berbanding terbalik dengan fakta ketahanan pangan nasional yang masih rendah. Addin menyebut Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara terkait ketahanan pangan. “Ini fakta yang harus kita terima, tahun 2022 kita masih berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina,” ujarnya.
Dikutip dari Global Foot Security Index (GFSI) Indonesia mendapatkan skor 59,2. Sementara skor Singapura 77,4; Malaysia 70,1; Thailand 64,5; Vietnam 61,1; dan Filipina 60,1. Secara global, ndonesia berada di peringkat ke-69 dari 113 negara.
“Ke depan saya rasa perlu memperkuat kolaborasi, utamanya pelibatan masyarakat secara lebih aktif agar kebijakan terkait pengembangan pangan ini tepat sasaran,” ujarnya.
Lihat Juga :