Sinergikan Ekosistem Syariah, Berikut 4 Program Strategis BI di ISEF 2024
Kamis, 31 Oktober 2024 - 11:23 WIB
loading...
ISEF 2024 dibuka mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur BI Perry Warjiyo. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sinergi dalam ekosistem ekonomi syariah (eksyar) nasional berperan penting untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan. Hal ini menjadi kunci untuk mencapai visi Indonesia sebagai pusat produsen halal terkemuka di dunia.
Sebagai langkah nyata mencapai hal tersebut, Bank Indonesia (BI) selaku inisiator dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2024 Jakarta (30/10), meresmikan 4 program strategis yaitu pertama, Aplikasi Halal Traceability guna memperkuat ekosistem jaminan produk halal. Kedua, penguatan ekosistem usaha syariah melalui program digitalisasi pondok pesantren.
Baca Juga: Dorong Potensi Industri Halal, Bank Indonesia Gelar ISEF 2024
Ketiga, inisiasi pengembangan produk Sharia Restricted Investment Account (SRIA) untuk mendukung pembiayaan investasi perbankan syariah. Keempat, Strategi Nasional Literasi dan Inklusi Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (SNLIEKSI) sebagai upaya akselerasi peningkatan literasi dan inklusi eksyar.
ISEF sebagai gelaran Ekonomi Syariah terbesar di Indonesia ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Pada kesempatan tersebut Airlangga menyampaikan bahwa Ekonomi Syariah dan industri halal berperan penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.
"Dalam rangka mendukung Asta Cita kedua yang dicanangkan oleh Pemerintah, diperlukan upaya untuk mendorong kemandirian ekonomi nasional, termasuk peran eksyar. Pemerintah mengapresiasi program utama yang diluncurkan ISEF 2024 khususnya Halal Traceability yang dapat mendorong digitalisasi produk halal dan percepatan sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM Indonesia," ungkap Airlangga.
Terkait capaian ISEF 2024, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan, peran penting ISEF dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Sebagai langkah nyata mencapai hal tersebut, Bank Indonesia (BI) selaku inisiator dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2024 Jakarta (30/10), meresmikan 4 program strategis yaitu pertama, Aplikasi Halal Traceability guna memperkuat ekosistem jaminan produk halal. Kedua, penguatan ekosistem usaha syariah melalui program digitalisasi pondok pesantren.
Baca Juga: Dorong Potensi Industri Halal, Bank Indonesia Gelar ISEF 2024
Ketiga, inisiasi pengembangan produk Sharia Restricted Investment Account (SRIA) untuk mendukung pembiayaan investasi perbankan syariah. Keempat, Strategi Nasional Literasi dan Inklusi Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (SNLIEKSI) sebagai upaya akselerasi peningkatan literasi dan inklusi eksyar.
ISEF sebagai gelaran Ekonomi Syariah terbesar di Indonesia ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Pada kesempatan tersebut Airlangga menyampaikan bahwa Ekonomi Syariah dan industri halal berperan penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.
"Dalam rangka mendukung Asta Cita kedua yang dicanangkan oleh Pemerintah, diperlukan upaya untuk mendorong kemandirian ekonomi nasional, termasuk peran eksyar. Pemerintah mengapresiasi program utama yang diluncurkan ISEF 2024 khususnya Halal Traceability yang dapat mendorong digitalisasi produk halal dan percepatan sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM Indonesia," ungkap Airlangga.
Terkait capaian ISEF 2024, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan, peran penting ISEF dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Lihat Juga :