Air, Listrik, dan Harga BBM Menyumbang Inflasi Jakarta 0,03% di Oktober 2024
Sabtu, 02 November 2024 - 13:06 WIB
loading...
Tekanan inflasi terutama bersumber dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Jakarta kembali catatkan inflasi sebesar 0,03% di Oktober 2024. Tekanan inflasi bersumber dari kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga, serta kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.
Meski demikian, Kepala Kantor Perwakilan Bank DKI Jakarta , Arlyana Abubakar mengatakan, inflasi yang terjadi jauh lebih rendah di bandingkan sebelumnya, yaitu 1,70%. Artinya kata Arlyana, inflasi ini masih terkendali dan lebih rendah dari nasional sebesar 1,71%.
Baca Juga: Deflasi Lima Bulan Beruntun Berakhir, Oktober 2024 Inflasi 0,08%
“Tekanan inflasi terutama bersumber dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” kata Arlyana dalam siaran persnya, Jumat (1/11/2024)
Terlepas dari, kelompok transportasi yang sebelumnya menjadi penyebab inflasi, kini mengalami deflasi. Sementara inflasi tertinggi bersumber dari kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan berlanjutnya tren kenaikan harga emas global.
Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,14 persen (mtm), dengan sumbangan inflasi sebesar 0,03%, utamanya didorong oleh kenaikan upah tukang bukan mandor.
Di sisi lain, kenaikan harga daging ayam ras didorong oleh kenaikan harga livebird di tingkat peternak. “Sementara itu, kenaikan harga kopi bubuk didorong oleh harga kopi global yang meningkat dipengaruhi oleh kondisi cuaca panas dan kekeringan yang melanda sejumlah negara produsen,” tambah Arlyana.
Meski demikian, Kepala Kantor Perwakilan Bank DKI Jakarta , Arlyana Abubakar mengatakan, inflasi yang terjadi jauh lebih rendah di bandingkan sebelumnya, yaitu 1,70%. Artinya kata Arlyana, inflasi ini masih terkendali dan lebih rendah dari nasional sebesar 1,71%.
Baca Juga: Deflasi Lima Bulan Beruntun Berakhir, Oktober 2024 Inflasi 0,08%
“Tekanan inflasi terutama bersumber dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” kata Arlyana dalam siaran persnya, Jumat (1/11/2024)
Terlepas dari, kelompok transportasi yang sebelumnya menjadi penyebab inflasi, kini mengalami deflasi. Sementara inflasi tertinggi bersumber dari kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan berlanjutnya tren kenaikan harga emas global.
Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,14 persen (mtm), dengan sumbangan inflasi sebesar 0,03%, utamanya didorong oleh kenaikan upah tukang bukan mandor.
Di sisi lain, kenaikan harga daging ayam ras didorong oleh kenaikan harga livebird di tingkat peternak. “Sementara itu, kenaikan harga kopi bubuk didorong oleh harga kopi global yang meningkat dipengaruhi oleh kondisi cuaca panas dan kekeringan yang melanda sejumlah negara produsen,” tambah Arlyana.
Lihat Juga :