Masa Pandemi, AAJI Pacu Kompetensi Agen Asuransi ke Level Internasional
Minggu, 30 Agustus 2020 - 04:34 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI) terus dorong kompetensi para agen asuransi di Indonesia sebagai perencana keuangan (financial planner). Salah satu cara dengan memaksimalkan MDRT Indonesia yang selama dua tahun terakhir ini telah meningkatkan kapasitas anggotanya.
“AAJI mengajak para agen asuransi untuk meningkatkan kapasitasnya. MDRT Indonesia adalah wadah bagi para tenaga pemasar untuk meningkatkan kemampuannya sebagai financial planner skala internasional,” ujar Kepala Departemen Hubungan Internasional AAJI Nelly Husnayati dalam sesi webinar, Sabtu (29/8/2020). (Baca juga: Pasar Keuangan RI Terpuruk, Tapi Masih Lebih Baik dari Negara-Negara Ini )
Dia mengatakan, saat ini agen masih menjadi penopang dalam industri asuransi jiwa di Indonesia. Pada kuartal pertama tahun 2020, jumlah agen asuransi meningkat hampir 10% menjadi 650.443 orang, dibandingkan periode tahun sebelumnya berjumlah 595.192 orang. Dimana lebih dari 90% dari kontribusi jalur distribusi keagenan.
“Pertumbuhan rata-rata jumlah agen dalam tiga tahun terakhir sekitar 5%. Kami optimistis jumlah agen akan terus meningkat dan mendorong penetrasi asuransi. Terlebih semakin banyak generasi milenial yang mulai menjadikan agen asuransi sebagai profesi andalan,” jelasnya.
Memang, lanjut Nelly, Pandemi Covid-19 memberi tekanan bagi kinerja industri asuransi jiwa sepanjang kuartal pertama tahun ini. Namun, AAJI meyakini dengan adanya transisi PSBB, aktivitas ekonomi akan kembali bergerak. (Baca juga: Pemprov DKI Resmi Perpanjang PSBB Transisi Fase I )
“Dampak Covid memang ada penurunan dari sisi kemampuan membayar atau membeli produk dengan premi yang tinggi. Tetapi positifnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi apalagi kesehatan makin meningkat. Jadi yang beli tetap banyak, tetapi (nilainya kecil) daya beli menurun," ucapnya.
“AAJI mengajak para agen asuransi untuk meningkatkan kapasitasnya. MDRT Indonesia adalah wadah bagi para tenaga pemasar untuk meningkatkan kemampuannya sebagai financial planner skala internasional,” ujar Kepala Departemen Hubungan Internasional AAJI Nelly Husnayati dalam sesi webinar, Sabtu (29/8/2020). (Baca juga: Pasar Keuangan RI Terpuruk, Tapi Masih Lebih Baik dari Negara-Negara Ini )
Dia mengatakan, saat ini agen masih menjadi penopang dalam industri asuransi jiwa di Indonesia. Pada kuartal pertama tahun 2020, jumlah agen asuransi meningkat hampir 10% menjadi 650.443 orang, dibandingkan periode tahun sebelumnya berjumlah 595.192 orang. Dimana lebih dari 90% dari kontribusi jalur distribusi keagenan.
“Pertumbuhan rata-rata jumlah agen dalam tiga tahun terakhir sekitar 5%. Kami optimistis jumlah agen akan terus meningkat dan mendorong penetrasi asuransi. Terlebih semakin banyak generasi milenial yang mulai menjadikan agen asuransi sebagai profesi andalan,” jelasnya.
Memang, lanjut Nelly, Pandemi Covid-19 memberi tekanan bagi kinerja industri asuransi jiwa sepanjang kuartal pertama tahun ini. Namun, AAJI meyakini dengan adanya transisi PSBB, aktivitas ekonomi akan kembali bergerak. (Baca juga: Pemprov DKI Resmi Perpanjang PSBB Transisi Fase I )
“Dampak Covid memang ada penurunan dari sisi kemampuan membayar atau membeli produk dengan premi yang tinggi. Tetapi positifnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi apalagi kesehatan makin meningkat. Jadi yang beli tetap banyak, tetapi (nilainya kecil) daya beli menurun," ucapnya.
Lihat Juga :