Deretan Saham yang Dimiliki Donald Trump, Modal Tarung di Pilpres AS

Rabu, 06 November 2024 - 10:55 WIB
loading...
A A A
Alphabet adalah salah satu perusahaan pencarian dan periklanan daring terbesar di dunia dan merupakan perusahaan induk Google dan YouTube. Alphabet sudah menghadapi kemungkinan pembubaran oleh Departemen Kehakiman atas dasar antimonopoli, tetapi keadaan bisa memburuk jika Trump memenangkan pemilu. Trump telah meminta Google untuk dituntut secara pidana atas hasil mesin pencari yang diduga bias terkait dengan kampanye Trump dan Harris. Trump menyebut tindakan Google sebagai "campur tangan terang-terangan terhadap pemilu." Trump memiliki saham di GOOG dan GOOGL di beberapa akun investasi dengan nilai gabungan lebih dari USD250.000. Baca Juga: Banjir Uang Tunai, Menteri di Irlandia Diminta Buang-buang Duit

Berkshire Hathaway Inc (BRK.B)

Berkshire Hathaway adalah perusahaan induk yang dijalankan oleh CEO dan legenda Wall Street, Warren Buffett. Berkshire sendiri memiliki saham di puluhan perusahaan publik yang berbeda, termasuk Apple, Bank of America Corp (BAC) dan American Express Co (AXP). Berkshire juga memiliki beberapa anak perusahaan. Pada tahun 1991, Buffett mengkritik manajemen risiko Trump yang terlalu mengandalkan utang untuk membangun kerajaan real estatnya. Buffett berpendapat “tidak pernah ada ekuitas yang nyata di sana.” Pada tahun 2020, Trump mengatakan bahwa ia “sangat menghormati” Buffett, dan mencatat bahwa “dia selalu benar sepanjang hidupnya.” Trump memiliki lebih dari USD100.000 saham Berkshire.

Broadcom Inc (AVGO)

Broadcom adalah pemasok semikonduktor analog global yang terdiversifikasi. Trump dilaporkan memiliki lebih dari USD100.000 saham AVGO. Pada tahun 2018, Trump memblokir akuisisi Broadcom terhadap Qualcomm Inc (QCOM), dengan alasan masalah keamanan nasional terkait hubungan Broadcom dengan entitas asing pihak ketiga. Broadcom mengambil pengecualian atas keputusan tersebut pada saat itu, tetapi tentu saja hal itu tidak menahan saham perusahaan. Sejak awal tahun 2018, saham Broadcom telah menghasilkan total pengembalian hampir 800% dibandingkan dengan total pengembalian sekitar 140% untuk S&P 500. Qualcomm baru-baru ini dilaporkan sedang menjajaki potensi merger dengan pembuat chip Amerika, Intel Corp (INTC).
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
Rekomendasi
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved