Apa yang Perlu Diketahui Soal Kondisi Indonesia ? Sini Sri Mulyani Kasih Tahu
Minggu, 30 Agustus 2020 - 10:46 WIB
loading...
Apa yang perlu diketahui mengenai kondisi Indonesia hari ini?, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mencoba menjelaskan bagaimana situasinya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Apa yang perlu diketahui mengenai kondisi Indonesia hari ini?, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memaparkan bagaimana situasinya. Mantan direktur Bank Dunia itu menjelaskan bahwa kontraksi ekonomi Indonesia sebesar -5,3% di kwartal II tahun 2020 merupakan kontraksi terdalam selama 10 tahun terakhir (rata-rata 5%).
"Namun jika dibandingkan dengan negara lain yang kontraksinya mencapai 2 digit, maka daya tahan ekonomi Indonesia jauh lebih baik," ujar Sri Mulyani seperti dikutip dari media sosial miliknya, Minggu (30/8/2020).
(Baca Juga: Jangan Lengah! Sri Mulyani Ingatkan Tekanan Pandemi Belum Usai )
Diterangkan lebih rinci, PDB negara-negara ASEAN-5 pun tak luput dari pertumbuhan negatif hingga 2 digit, yaitu Singapura tumbuh -12,6%, Thailand -12,2%, Malaysia -17,1%, dan Filipina -16,5%, hanya Indonesia yang masih mampu menahan penurunan PDB nya di angka 1 digit yaitu 5,3%.
Sementara itu, Amerika Serikat tumbuh -9,5%, Eropa turun -15%, Prancis -19,0%, dan Mexico -18,9%. Selain itu, risiko second wave Covid-19 juga meningkat seiring kebijakan relaksasi pembatasan sosial, meskipun terdapat berita positif mengenai uji klinis vaksin di beberapa negara.
"Namun jika dibandingkan dengan negara lain yang kontraksinya mencapai 2 digit, maka daya tahan ekonomi Indonesia jauh lebih baik," ujar Sri Mulyani seperti dikutip dari media sosial miliknya, Minggu (30/8/2020).
(Baca Juga: Jangan Lengah! Sri Mulyani Ingatkan Tekanan Pandemi Belum Usai )
Diterangkan lebih rinci, PDB negara-negara ASEAN-5 pun tak luput dari pertumbuhan negatif hingga 2 digit, yaitu Singapura tumbuh -12,6%, Thailand -12,2%, Malaysia -17,1%, dan Filipina -16,5%, hanya Indonesia yang masih mampu menahan penurunan PDB nya di angka 1 digit yaitu 5,3%.
Sementara itu, Amerika Serikat tumbuh -9,5%, Eropa turun -15%, Prancis -19,0%, dan Mexico -18,9%. Selain itu, risiko second wave Covid-19 juga meningkat seiring kebijakan relaksasi pembatasan sosial, meskipun terdapat berita positif mengenai uji klinis vaksin di beberapa negara.
Lihat Juga :