Menjaga Kualitas Pembiayaan di Tengah Pertumbuhan dan Berkembangnya Ekonomi Syariah
Kamis, 28 November 2024 - 11:05 WIB
loading...
A
A
A
Sementara melihat adanya potensi pertumbuhan dan sebagai bentuk edukasi dan iklusi ekonomi syariah ini, PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) menggandeng perkumpulan wartawan Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) mengajak 40 jurnalis nasional untuk berkumpul bersama dalam kegiatan BCA Syariah Media Workshop: Cakap Keuangan Syariah, Hidup Kian Berkah di Bogor, Jawa Barat pada 22-23 November 2024.
Workshop keuangan syariah merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan BCA Syariah dengan tujuan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah bagi para jurnalis. Kegiatan ini sekaligus bagian dari dukungan BCA Syariah terhadap Bulan Inklusi Keuangan 2024 yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
BCA Syariah pun begitu menyadari pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah untuk mendorong pangsa pasar dan pemahaman masyarakat terhadap perbankan syariah. Sepanjang 2024, kegiatan edukasi keuangan yang kami lakukan telah menjangkau lebih dari 21.000 perserta, terdiri dari pelajar, mahasiswa, wartawan, pelaku UMKM dan masyarakat umum.
Yuli Melati Suryaningrum pun menjelaskan melalui pelatihan ini, pihaknya berharap dapat meningkatkan kemampuan wartawan menyampaikan edukasi mengenai perbankan syariah khususnya keunggulan dari produk dan layanannya kepada khalayak luas.
“Ini salah satu bentuk edukasi kepada jurnalis wartawan untuk bisa menyampaikan literasi dan inklusi potensi ekonomi syariah kepada masyarakat,”kata Yuli.
Sebagai narasumber turut hadir, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat yang menyampaikan perkembangan industri keuangan dan perbankan syariah. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyambut baik kegiatan media workshop BCA Syariah 2024.
Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat menjelaskan bahwa literasi keuangan syariah sangat penting dalam pengembangan industri keuangan syariah terutama disaat Indonesia memiliki prospek pengengamban industri syariah yang besar.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi (SNLKI) tahun 2024 menunjukkan indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 39,11% dan inklusi sebesar 12,88%, data tersebut menunjukkan bahwa pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk perbankan syariah masih perlu ditingkatkan.
Workshop keuangan syariah merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan BCA Syariah dengan tujuan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah bagi para jurnalis. Kegiatan ini sekaligus bagian dari dukungan BCA Syariah terhadap Bulan Inklusi Keuangan 2024 yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
BCA Syariah pun begitu menyadari pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah untuk mendorong pangsa pasar dan pemahaman masyarakat terhadap perbankan syariah. Sepanjang 2024, kegiatan edukasi keuangan yang kami lakukan telah menjangkau lebih dari 21.000 perserta, terdiri dari pelajar, mahasiswa, wartawan, pelaku UMKM dan masyarakat umum.
Yuli Melati Suryaningrum pun menjelaskan melalui pelatihan ini, pihaknya berharap dapat meningkatkan kemampuan wartawan menyampaikan edukasi mengenai perbankan syariah khususnya keunggulan dari produk dan layanannya kepada khalayak luas.
“Ini salah satu bentuk edukasi kepada jurnalis wartawan untuk bisa menyampaikan literasi dan inklusi potensi ekonomi syariah kepada masyarakat,”kata Yuli.
Sebagai narasumber turut hadir, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat yang menyampaikan perkembangan industri keuangan dan perbankan syariah. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyambut baik kegiatan media workshop BCA Syariah 2024.
Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat menjelaskan bahwa literasi keuangan syariah sangat penting dalam pengembangan industri keuangan syariah terutama disaat Indonesia memiliki prospek pengengamban industri syariah yang besar.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi (SNLKI) tahun 2024 menunjukkan indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 39,11% dan inklusi sebesar 12,88%, data tersebut menunjukkan bahwa pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk perbankan syariah masih perlu ditingkatkan.
Lihat Juga :