Qoala Bagikan Tips Start-up Bertahan di Tengah Terpaan Covid-19

Selasa, 14 April 2020 - 23:39 WIB
loading...
Qoala Bagikan Tips Start-up...
Startup Qoala bagikan tips bertahan di tengah terpaan pandemi corona. Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Virus corona atau Covid-19 yang telah menjadi pandemi global, termasuk melanda Indonesia, membuat pemerintah secara resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tentu hal ini memberikan dampak bagi dunia usaha.

Lantas bagaimana dengan start-up? Perusahaan rintisan juga menjadi salah satu lini bisnis yang merasakan dampak cukup besar. Namun, alih-alih menjadi pukulan, start-up harus melihat situasi saat ini menjadi tantangan.

Co-founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) Qoala Insurtech, Tommy Martin, punya tips agar start-up tetap bisa bertahan di situasi seperti ini. Tommy mengatakan, ada tiga hal krusial yang harus diperhatikan.

Pertama, memastikan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja di rumah, berjalan efektif. Menurut Tommy, apabila tidak dikelola dengan baik, bisa mengakibatkan produktivitas karyawan menurun yang berimbas pada angka penjualan.

"Sesuai dengan imbauan dari Presiden Jokowi, Qoala menerapkan sepenuhnya sistem WFH. Kami menerapkan sistem daily update dari masing-masing tim, yang fokus pada result driven culture. Sistem daily update ini membuat lebih fokus pada pencapaian masing-masing tim, dan mengatasi kendala yang menghambat pencapaian tersebut," ujar Tommy, Selasa (14/4/2020).

Kedua, lanjut Tommy, melakukan inovasi produk. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan seperti Qoala yang bergerak di bidang teknologi asuransi.

"Asuransi memegang peranan penting untuk melindungi masyarakat dari dampak finansial akibat wabah corona. Qoala sedang bekerja sama dengan beberapa perusahaan asuransi untuk dapat mengembangkan produk kesehatan berbasis digital, yang tentunya didukung oleh teknologi kami," papar pria lulusan London, Inggris, ini.

Ketiga, menerapkan strategi keuangan dengan baik. Tommy menjelaskan, wabah corona memberikan dampak finansial yang sangat besar, misalnya pada industri perjalanan dan ritel. Imbasnya, terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan yang bekerja di industri tersebut.

"Dampak tersebut juga kami rasakan. Namun kami berkomitmen untuk tidak mengambil jalur PHK. Kami lebih fokus pada pengurangan anggaran operasional dan pemasaran. Kami mengalihkan anggaran pemasaran ke jalur online, dengan melakukan digital campaign, tapi harus pastikan target market dan kanal yang digunakan tepat sasaran," tutup pria kelahiran Medan, Sumatra Utara, 18 Maret 1987 ini.

Qoala adalah start-up company yang fokus pada penyediaan teknologi di bidang asuransi, atau yang kini dikenal dengan istilah insurtech (insurance technology). Qoala mendukung distribusi produk asuransi di Indonesia melalui teknologi, serta memberikan informasi kepada perusahaan asuransi untuk menanggung risiko dengan cara yang lebih baik.

Qoala menghadirkan berbagai produk asuransi yang sesuai dengan gaya hidup milenial, dengan mengedepankan proses klaim yang cepat dan aman. Qoala saat ini masuk dalam Sandbox OJK di klaster Claim Handling Services.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Mendorong Kewirausahaan...
Mendorong Kewirausahaan Berbasis AI dan Transisi Energi Berkelanjutan di Indonesia
MDI Portfolio Impact...
MDI Portfolio Impact Report 2025 Tunjukkan Dampak Lintas Sektor dari Startup
Indonesia Kalah Jauh,...
Indonesia Kalah Jauh, Menko Airlangga: Hanya Punya 25 Startup AI, Singapura Hampir 300
Inovasi Buatan Anak...
Inovasi Buatan Anak Bangsa Unjuk Gigi di Tengah Ancaman Siber Sektor Keuangan
Membidik Pasar 1,4 Miliar...
Membidik Pasar 1,4 Miliar India di Ajang Startup Terbesar TNGSS 2025
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Drama Rp34 Triliun!...
Drama Rp34 Triliun! Pendiri Startup AI Manus Dicekal di China Usai Dicaplok Meta
Peran Strategis Ekosistem...
Peran Strategis Ekosistem Aplikasi Meningkatkan Daya Saing UMKM Digital
Rekomendasi
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved