Siapkan Indonesia Emas, 3 StartUp Lokal Pamerkan Keahlian di StarUp4Industry 2024
Minggu, 01 Desember 2024 - 13:42 WIB
loading...
A
A
A
“Barang yang sebelumnya tidak tersedia di Indonesia, kini didapatkan secara lokal. Desain, perakitan, hingga seluruh proses produksi dilakukan di Indonesia, kecuali chip, kita memang masih harus impor ya,” terangnya.
Salah satunya melalui pabrik kecap di Surabaya yang mampu mengotomasi proses produksi mereka. "Dengan sistem otomasi kami, produksi kecap meningkat dari 150 kg per 5 jam menjadi 200 kg per 4 jam," ungkap Ahmad.
Selain itu, kebutuhan tenaga kerja berkurang dari 3 orang menjadi hanya 1 orang. Folks Automation telah membuktikan otomasi industri bukan lagi hal yang eksklusif bagi perusahaan besar.
Kisah inspiratif lainnya datang dari Yotta Aksara Energi, peraih juara apresiasi khusus untuk program Startup4Industry 2024. Berawal dari sebuah laboratorium, Mohammad Hafidhuddin Karim, Founder Yotta Aksara Energi yang masih berusia 25 tahun, berhasil mengembangkan microcontroller buatan Indonesia.
“Kami merancang dan merakit microcontroller ini di Indonesia, meskipun beberapa komponen seperti chip masih harus impor," jelas Karim.
Yotta Aksara Energi berfokus pada otomasi laboratorium dan telah menghasilkan berbagai produk, mulai dari sistem laboratorium otomatis untuk pembuatan baterai hingga microcontroller untuk mesin pengering sagu yang diperlombakan dalam program S4I ini.
"Salah satu misi kami adalah mensubtitusi produk impor," tegas Karim.
Melalui inovasi microcontroller yang dirancang khusus untuk kebutuhan industri, Yotta Aksara Energi mampu menekan biaya produksi pembuatan mesin ini hingga 50%dibandingkan menggunakan produk impor.
Salah satunya melalui pabrik kecap di Surabaya yang mampu mengotomasi proses produksi mereka. "Dengan sistem otomasi kami, produksi kecap meningkat dari 150 kg per 5 jam menjadi 200 kg per 4 jam," ungkap Ahmad.
Selain itu, kebutuhan tenaga kerja berkurang dari 3 orang menjadi hanya 1 orang. Folks Automation telah membuktikan otomasi industri bukan lagi hal yang eksklusif bagi perusahaan besar.
Kisah inspiratif lainnya datang dari Yotta Aksara Energi, peraih juara apresiasi khusus untuk program Startup4Industry 2024. Berawal dari sebuah laboratorium, Mohammad Hafidhuddin Karim, Founder Yotta Aksara Energi yang masih berusia 25 tahun, berhasil mengembangkan microcontroller buatan Indonesia.
“Kami merancang dan merakit microcontroller ini di Indonesia, meskipun beberapa komponen seperti chip masih harus impor," jelas Karim.
Yotta Aksara Energi berfokus pada otomasi laboratorium dan telah menghasilkan berbagai produk, mulai dari sistem laboratorium otomatis untuk pembuatan baterai hingga microcontroller untuk mesin pengering sagu yang diperlombakan dalam program S4I ini.
"Salah satu misi kami adalah mensubtitusi produk impor," tegas Karim.
Melalui inovasi microcontroller yang dirancang khusus untuk kebutuhan industri, Yotta Aksara Energi mampu menekan biaya produksi pembuatan mesin ini hingga 50%dibandingkan menggunakan produk impor.
Lihat Juga :