Swasembada Pangan, Sinergi Pemerintah, Swasta dan Petani Keniscayaan
Rabu, 11 Desember 2024 - 15:50 WIB
loading...
Gerakan Tanam Padi Bersama di Desa Kentong, Kabupaten Blora, Senin (9/12/2024). Gerakan Tanam Padi Bersama digelar di 26 titik di Jawa dan Sumatera. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
BLORA - Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah dan didukung dengan iklim yang cocok untuk pertanian . Presiden Prabowo Subiyanto meyakini Indonesia dalam 4-5 lima tahun ke depan berpotensi swasembada pangan , bahkan siap menjadi lumbung pangan dunia.
Upaya tersebut tidak dapat dikerjakan satu pihak, namun perlu koordinasi, komunikasi, kolaborasi dan kerja sama dengan semangat gotong royong bersama semua pihak. Baik pemerintah pusat, TNI-Polri, pemerintah daerah, swasta, dan seluruh lapisan masyarakat terutama petani.
"Oleh karena itu, hari ini kita melaksanakan tanam padi serentak di 26 kabupaten di tujuh provinsi (Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Sumatra Utara, Sumatra Selatan dan Lampung), yang melibatkan seluruh komponen bangsa baik pemerintah (kepala daerah), swasta (PT Wilmar Padi Indonesia/ WPI), dan masyarakat (kelompok tani). Semoga apa yang kita kerjakan hari ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan," kata Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andriyanto saat memberikan sambutan dalam Gerakan Tanam Padi Bersama di Desa Kentong, Kabupaten Blora, Senin (9/12/2024). Baca juga: Program Cetak Sawah Baru di Kalteng, Indonesia Pesan 1.000 Ekskavator dari China
Gerakan Tanam Padi Bersama yang dilakukan di 26 titik di Jawa dan Sumatera itu juga dihadiri petani mitra yang tergabung dalam Farmer Engagement Program (FEP) dan penyuluh PT WPI secara daring (dalam jaringan/ online). Total luas lahan yang akan ditanami dalam kegiatan tersebut mencapai 14.500 hektare (ha).
Menurut Agus, pihaknya telah aktif mendukung pencapaian swasembada pangan. Salah satunya dengan membuat program untuk warga binaan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Kementerian Pertanian (Kementan) juga telah membentuk Brigade Pangan.
Upaya tersebut tidak dapat dikerjakan satu pihak, namun perlu koordinasi, komunikasi, kolaborasi dan kerja sama dengan semangat gotong royong bersama semua pihak. Baik pemerintah pusat, TNI-Polri, pemerintah daerah, swasta, dan seluruh lapisan masyarakat terutama petani.
"Oleh karena itu, hari ini kita melaksanakan tanam padi serentak di 26 kabupaten di tujuh provinsi (Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Sumatra Utara, Sumatra Selatan dan Lampung), yang melibatkan seluruh komponen bangsa baik pemerintah (kepala daerah), swasta (PT Wilmar Padi Indonesia/ WPI), dan masyarakat (kelompok tani). Semoga apa yang kita kerjakan hari ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan," kata Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andriyanto saat memberikan sambutan dalam Gerakan Tanam Padi Bersama di Desa Kentong, Kabupaten Blora, Senin (9/12/2024). Baca juga: Program Cetak Sawah Baru di Kalteng, Indonesia Pesan 1.000 Ekskavator dari China
Gerakan Tanam Padi Bersama yang dilakukan di 26 titik di Jawa dan Sumatera itu juga dihadiri petani mitra yang tergabung dalam Farmer Engagement Program (FEP) dan penyuluh PT WPI secara daring (dalam jaringan/ online). Total luas lahan yang akan ditanami dalam kegiatan tersebut mencapai 14.500 hektare (ha).
Menurut Agus, pihaknya telah aktif mendukung pencapaian swasembada pangan. Salah satunya dengan membuat program untuk warga binaan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Kementerian Pertanian (Kementan) juga telah membentuk Brigade Pangan.
Lihat Juga :