Resesi Bukan Kiamat, Ekonomi Masyarakat Harus Terus Menggeliat

Selasa, 01 September 2020 - 09:04 WIB
loading...
Resesi Bukan Kiamat,...
Foto: dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah sepertinya menyerah, meski masih kurang satu bulan lagi, namun Indonesia sudah dibilang akan memasuki jurang resesi . Pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 dipastikan akan negatif antara minus 2% hingga 0%. Yang pasti meski memasuki resesi hal tersebut bukanlah akhir dari segalanya, Indonesia belum akan merasa kiamat ekonomi.

Tim pemulihan ekonomi nasional kemungkinan sangat kecewa dengan pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyatakan 99,9% akan terjadi resesi di Indonesia. Pasalnya tim tersebut dibentuk Presiden Jokowi untuk bisa menyelamatkan Indonesia dari jurang resesi. (Baca: Indonesia Panaskan Perang Drone Militer Masa Depan)

Meski waktunya tinggal satu bulan lagi, berbagai cara dan strategi dilakukan agar ekonomi masyarakat terus bergeliat dan daya beli bisa tumbuh lebih baik. Pernyataan Mahfud MD yang mengkonfirmasi Indonesia bakal krisis bisa jadi karena melihat fakta kondisi ekonomi terus menurun. Apalagi dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang mencapai Rp695 triliun, baru terserap 27,7% saja atau sekitar Rp192,53 triliun.

Jika Indonesia memang bakal mengalami resesi , apa yang harus dilakukan pemerintah agar ekonomi tidak terpuruk? Seperti sejumlah negara yang mengalami krisis tetapi ekonominya tetap berjalan. Contohnya Amerika Serikat (AS), meski dilanda resesi tetapi bursa sahamnya malah sudah hampir pulih. Indeks Dow Jones mau mendekati level tertingginya di 29.000. Sedangkan Indeks Nasdaq dan S&P bahkan sudah melampaui rekor tertinggi.

Menurut Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal tekanan ekonomi terhadap Indonesia sebenarnya telah lewat saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga resesi bukan terjadi bulan depan.

Resesi itu hanya definisi ekonomi secara teknis setelah dua kuartal minus berturut-turut. Namun, secara kenyataan kondisi terhadap tekanan ekonomi itu sudah dilewati,” jelas Faisal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Rekomendasi
Kasus Eks Jampidsus...
Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diyakini Terus Berkembang, Eks Penyidik KPK: Ikuti Aliran Uangnya
Celuk Open 2026, Turnamen...
Celuk Open 2026, Turnamen Tenis yang Gaungkan Wellness
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved