Resesi Bukan Kiamat, Ekonomi Masyarakat Harus Terus Menggeliat

Selasa, 01 September 2020 - 09:04 WIB
loading...
A A A
Dia optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2020 akan lebih baik dibandingkan kuartal II/2020. Lalu, kuartal IV akan lebih baik lagi. "Jadi sebenarnya pengertiannya bukan makin buruk justru harus membaik. Karena tekanan ekonomi itu sudah kita lewati," jelasnya.

Meski diyakini akan tumbuh positif, lanjut Faisal, kondisi ekonomi masih dibayangi oleh resiko. Sebab, jumlah kasus Covid-19 setiap hari masih meningkat."Yang harus dikhawatirkan itu soal faktor kesehatannya. Karena kita belum melewati puncak kasusnya. Faktor kesehatan sangat mempengaruhi ekonomi. Ini yang harus jadi fokus pemerintah," tegasnya. (Baca juga: AS Akan Merugi Jika Jatuhkan Sanksi Terhadap India)

Hal senada diungkapkan Pengamat ekonomi A Prasetyantoko. Menurut dia, terus melonjaknya angka kasus positif Covid-19 akan mementahkan program-program pemulihan ekonomi yang dijalankan pemerintah sehingga berpotensi besar masuk jurang resesi.

"Kita lihat pada kuartal III/2020 ekonomi terkoreksi, ancaman resesi juga sudah di dasar, karena kasus positif Covid-19 terus terjadi dan menagalami peningkatan," ujar Prasetyantoko.

Dia menilai, program pemulihan ekonomi tidak berjalan dengan optimal seperti misalnya berbagai stimulus, keringanan kredit perbankan dan bantuan sosial. Program tersebut tidak jalan optimal karena penyerapannya cukup lambat disamping masih banyak masyrakat yang takut keluar rumah karena bsia terpapar virus corona. Sebab itu, kuncinya lebih baik pemerintah fokus menganani penyebaran virus. (Baca juga: Gubernur Anies Bikin Bank DKI Borong Penghargaan)

"Kalau bisa ditangani Covid-19 ini, saya meyakini ekonomi Indonesia bisa pulih. Tahun depan saya yakin bisa pulih asalkan penanganan covid berjalan dengan baik," tandas dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Rekomendasi
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
M Jasin Dorong KPK Ambil...
M Jasin Dorong KPK Ambil Alih Kasus Febrie Andriansyah: Jangan Ewuh Pakewuh
Benarkah Semua Orang...
Benarkah Semua Orang yang Datang ke Gunung Kawi Mencari Pesugihan?
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved