Penyimpanan BBM Nasional Capai 8,6 Juta KL, Impor Minyak Sumbang 297 Juta Barel

Kamis, 12 Desember 2024 - 12:28 WIB
loading...
Penyimpanan BBM Nasional...
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kapasitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) secara nasional mencapai 8,6 juta kiloliter (KL). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kapasitas penyimpanan bahan bakar minyak atau BBM secara nasional mencapai 8,6 juta kiloliter (KL). Jumlah ini berada di fasilitas penyimpanan yang tersebar di 356 lokasi. Rinciannya, 167 lokasi fasilitas penyimpanan milik PT Pertamina (Persero) dan non Pertamina 159 lokasi.

“Untuk infrastruktur BBM, kapasitas penyimpanan BBM nasional sebesar 8,6 juta kiloliter dengan jumlah sarana fasilitas penyimpanan di 356 lokasi,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat gelaran Hilir Migas Conference & Expo dan BPH Migas Awards 2024, Jakarta, Kamis (12/12/2024).

Baca Juga: Resmi Daftar BRICS, Indonesia Buka Opsi Impor Minyak dari Rusia

Di sisi distribusi BBM dilakukan melalui 9.425 penyalur, terdiri dari 7.374 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), 618 SPBU kompak, 604 stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), 289 IMT, dan 580 penyalur BBM satu harga yang tersebar di daerah 3T.

Konsumsi minyak nasional sepanjang 2023 mencapai 518 juta barel, dipenuhi dari produksi dalam negeri sebesar 221 juta barel dan impor minyak nasional 297 juta barel. Di mana, terdiri dari 129 juta barel dalam bentuk minyak mentah dan 168 juta barel dalam bentuk BBM.

Adapun, konsumsi BBM nasional berdasarkan pengguna tahun 2023, yaitu sektor transportasi 248 juta barel atau 49%, sektor industri 171 juta barel atau 34%, sektor kendaraan listrik 38,5 juta barel atau 8%, dan sektor penerbangan aviasi 28,5 juta barel atau sekitar 6%.

“Secara nasional perkiraan kebutuhan gas bumi hingga tahun 2030 dapat dipenuhi dengan pemanfaatan proyek dan potensial, serta mengoptimalkan peranan dari LNG,” paparnya.

Yuliot menjelaskan, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan hilirisasi terus ditingkatkan agar bisa memberi nilai tambah di dalam negeri. Untuk ketahanan energi perlu diupayakan ketersediaan berbagai sumber energi yang cukup dan terjangkau, baik migas, batu bara, ketenangan listrikan, dan energi baru terbarukan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian sebesar 8%.

“Sebagai gambaran, bauran energi sampai dengan Juni 2024, sumber energi masih didominasi oleh batu bara sebesar 39,48 persen, sementara minyak bumi 29,9 persen, dan gas bumi 16,69 persen, dan dari energi baru terbarukan sekitar 13,93 persen,” ucap dia.

Baca Juga: Prabowo Janji Setop Impor BBM Jika Jadi Presiden, Ekonom: Mimpi Siang Bolong!

Dilain pihak untuk mengurangi laju konsumsi BBM, pemerintah berupaya untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik dan energi baru dan terbarukan (EBT).

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
Kabar Baik! 2 Kapal...
Kabar Baik! 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Berita Terkini
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Infografis
Tersisa 4 Juta Kiloliter,...
Tersisa 4 Juta Kiloliter, Kuota BBM Pertalite Menipis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved