Beli Kredit Karbon hingga Green Financing, Ini Upaya BNI Capai NZE 2060

Kamis, 12 Desember 2024 - 17:14 WIB
loading...
Beli Kredit Karbon hingga...
SEVP Credit Risk BNI Bun Hendra dalam acara Carbon Digital Conference Indonesia (CDC) 2024 di Jakarta, Rabu (11/12/2024). FOTO/Ist
A A A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ( BNI ) menegaskan komitmennya mendukung pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emissions ( NZE ) pada 2060 atau lebih cepat. Beragam upaya dilakukan BNI, mulai dari penyaluran green financing, hingga pembelian 40.000 unit kredit karbon oleh anak usahanya, BNI Sekuritas.

Dalam acara Carbon Digital Conference Indonesia (CDC) 2024 bertema "Reimagining Indonesia Carbon Market: Digital Innovations for Global Integrity," Rabu (11/12) SEVP Credit Risk BNI Bun Hendra menjelaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi BNI untuk mencapai NZE lebih cepat, yaitu pada 2028 untuk operasional dan pada 2060 untuk portofolio pembiayaan.

Baca Juga: Indonesia-Norwegia Luncurkan RBC-4 untuk Kurangi Emisi Karbon

"Kebijakan ini sejalan dengan target pemerintah mencapai emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat. Karbon kredit merupakan salah satu strategi untuk melakukan offset emisi,"ujar Bun dalam keterangan tertulis, Kamis (12/12/2024).

Dia mengatakan, BNI juga berkomitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan, ditunjukkan dengan realisasi penyaluran green financing yang hingga September 2024 mencapai Rp70,9 triliun, meningkat dari Rp60,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Bun menjelaskan, Pembiayaan ini mencakup berbagai sektor hijau, seperti energi terbarukan sebesar Rp10,18 triliun, bangunan hijau Rp4,58 triliun, transportasi ramah lingkungan Rp3,51 triliun, serta pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan Rp31,97 triliun.

"Secara keseluruhan, portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI mencapai Rp187,6 triliun atau setara dengan 26% dari total pinjaman. BNI juga menjadi bank pertama di Indonesia yang menerbitkan Green Bond," tambahnya.

Baca Juga: Elon Musk Jadi Orang Pertama yang Kekayaannya Lampaui USD400 Miliar

Tidak hanya fokus pada pembiayaan sektor besar, lanjutnya, BNI juga memberdayakan UMKM yang menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) melalui program unggulan BNI UMKM Ramah Lingkungan (BUMI). Hingga saat ini, BNI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp30,2 miliar kepada 133 UMKM. Program lainnya adalah Jejak Kopi Khatulistiwa (JKK) yang memberikan dukungan kepada 424 petani UMKM dengan total pembiayaan Rp54,5 miliar. Inisiatif ini bertujuan mendorong inklusi keuangan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi hijau.

Menurut Bun, BNI juga aktif mengedukasi pelaku industri melalui program BNI ESG Sustainability and Transition Event (BEST). Program ini membantu debitur dan pelaku usaha meningkatkan kapasitas dalam melakukan transisi menuju keberlanjutan. Dia menambahkan, masih banyak peluang BNI dalam mendukung ekosistem Bursa Karbon, seperti penyaluran pembiayaan bagi proyek-proyek yang terdaftar di Bursa Karbon dan penyediaan fasilitas kustodian pada perdagangan karbon.

Sementara itu, di acara yang sama, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menyampaikan bahwa Indonesia telah bekerja sama dengan Jepang melalui Mutual Recognition Arrangement (MRA) untuk perdagangan karbon bilateral.Diaz berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pencapaian target NZE Indonesia serta menyelamatkan dunia dari dampak perubahan iklim.

"Indonesia membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai negara demi menciptakan Carbon Market yang mudah diakses, andal, dan mampu menyejahterakan rakyat," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ESG-IN dan IDCTA Kolaborasi...
ESG-IN dan IDCTA Kolaborasi Akselerasi Ekosistem Kredit Karbon Berbasis AI
Sambut Lebaran 2026,...
Sambut Lebaran 2026, BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun
Fundamental Solid, BNI...
Fundamental Solid, BNI Bukukan Laba Bersih Rp20 Triliun Sepanjang 2025
BNI Siapkan Uang Tunai...
BNI Siapkan Uang Tunai Rp19,51 Triliun Sambut Libur Nataru 2025/2026
BNI Punya Fondasi Kuat...
BNI Punya Fondasi Kuat Menatap 2026, Analis Ungkap Dampak Program De-risking
Hashim Beberkan Potensi...
Hashim Beberkan Potensi Kapasitas Penyimpanan Karbon di Indonesia
wondr BrightUp Cup 2025...
wondr BrightUp Cup 2025 Digelar, BNI Perluas Dukungan bagi Ekosistem Olahraga Nasional
BNI Salurkan Bantuan...
BNI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Padang dan Sibolga
Atlet Muda Indonesia...
Atlet Muda Indonesia Panen Gelar di Ajang Internasional Australia Open 2025
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved