BNI Punya Fondasi Kuat Menatap 2026, Analis Ungkap Dampak Program De-risking

Sabtu, 06 Desember 2025 - 23:03 WIB
loading...
BNI Punya Fondasi Kuat...
Sejak 2020, BNI menjalankan de-risking secara berkelanjutan, mulai dari pembersihan aset bermasalah, reposisi portofolio kredit, hingga penguatan manajemen risiko. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menunjukkan hasil positif dari program de-risking yang dijalankan selama lima tahun terakhir. Program ini bertujuan memperkuat struktur perusahaan pasca-pandemi Covid-19, ketika banyak sektor usaha terdampak dan perbankan harus melakukan restrukturisasi besar-besaran.

Sejak 2020, BNI menjalankan de-risking secara berkelanjutan, mulai dari pembersihan aset bermasalah, reposisi portofolio kredit, hingga penguatan manajemen risiko. Tujuannya menormalkan portofolio kredit yang terdampak sektor perdagangan, manufaktur, dan jasa, sekaligus mengalihkan fokus ke debitur kelas menengah-atas dan korporasi berkualitas.

Baca Juga: Kinerja Fundamental Solid, BNI Bukukan Laba Bersih Rp15,12 Triliun di Kuartal III-2025

Hasil lima tahun program ini kini mulai terlihat jelas. Laporan Bahana Sekuritas menunjukkan biaya pencadangan atau cost of credit (CoC) BNI menurun drastis ke level 1% per September 2025, menjadi titik terendah dalam lima tahun terakhir.

"Penurunan lebih lanjut diprediksi mencapai 0,9% pada tahun depan, menandakan kualitas aset yang semakin kuat dan disiplin manajemen risiko yang tinggi," kata Analis Bahana Sekuritas, Razqi M. Kurniawan dalam risetnya dikutip, Sabtu (6/12/2025).

BNI juga melakukan reposisi portofolio ke segmen yang lebih resilien, termasuk pembiayaan wholesale berprofil rendah risiko, industri berorientasi ekspor, dan sektor hijau. Stabilitas ini tercermin dari indikator risiko utama, yakni non-performing loan (NPL) yang stabil di angka 2%, dengan NPL coverage mencapai 222,7% per September 2025-salah satu yang tertinggi di antara bank BUMN.

Dengan NPL coverage di atas 200%, BNI memiliki bantalan kuat untuk menghadapi volatilitas ekonomi tanpa harus menambah pencadangan secara agresif. Kombinasi kredit bersih dan pencadangan ekstra ini membuat BNI berada 'di posisi paling siap' memasuki fase pertumbuhan kredit yang lebih agresif pada 2025-2026.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
Menang Undian Tabungan...
Menang Undian Tabungan Dahsyat MNC Bank, Nasabah Manfaatkan untuk Kuliah Anak
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
Diduga Jual Data Nasabah...
Diduga Jual Data Nasabah Leasing, 8 Aplikasi Mata Elang Dihapus dari Google
wondr BrightUp Cup 2025...
wondr BrightUp Cup 2025 Digelar, BNI Perluas Dukungan bagi Ekosistem Olahraga Nasional
BNI Salurkan Bantuan...
BNI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Padang dan Sibolga
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Korea...
5 Fakta Menarik Korea Selatan Tumbang dari Meksiko di Piala Dunia 2026
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya di Jakarta
Ade Darmawan Tanggapi...
Ade Darmawan Tanggapi Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Memang Sudah Seharusnya
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Infografis
Jokowi Punya Kesan Kuat...
Jokowi Punya 'Kesan Kuat' Putin Bakal Absen di KTT G20
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved