Harta Konglomerat Sinar Mas, Keluarga Widjaja Melesat 75% Tembus Rp302,5 Triliun

Selasa, 17 Desember 2024 - 14:18 WIB
loading...
Harta Konglomerat Sinar...
Harta kekayaan konglomerat Sinar Mas, keluarga Widjaja melonjak 75% menjadi USD18,9 miliar atau setara Rp302,5 triliun didorong oleh lonjakan tujuh kali lipat saham Dian Swastatika Sentosa. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harta kekayaan konglomerat Sinar Mas, keluarga Widjaja melonjak 75% menjadi USD18,9 miliar atau setara Rp302,5 triliun (kurs Rp16.005 per USD), didorong oleh lonjakan tujuh kali lipat saham Dian Swastatika Sentosa, yakni unit energi hingga infrastruktur dari group Sinar Mas . Saat ini aset terbesar keluarga Widjaja, Dian Swastatika belum lama ini memperluas portofolio energi terbarukan dan telekomunikasinya.

"Pertumbuhan laba yang signifikan untuk bisnis non-batubara pada tahun 2023 membantu mendorong antusiasme investor," kata Hendra Wardana, pendiri perusahaan riset Indonesia Stocknow, seperti dilansir Forbes.

Baca Juga: Duo Hartono No 1 Daftar 50 Orang Terkaya Indonesia di Akhir 2024, Berikut Rincian Lengkapnya

Sementara itu batu bara masih menyumbang bagian terbesar dari pendapatan Dian Swastatika senilai USD5 miliar pada tahun 2023, meski penjualan mengalami penurunan hingga 18% karena pelemahan harga batu bara.

Pada bulan September, Dian Swastatika mengaku bakal menghabiskan USD400 juta untuk mengembangkan dua proyek panas bumi dengan potensi menghasilkan lebih dari 80 megawatt. Perusahaan ini juga bermitra dengan Korea Investment Real Asset Management milik taipan Korea, Kim Nam-goo untuk membangun pusat data senilai USD300 juta di Jakarta.

Secara terpisah, Sinar Mas juga berencana untuk menggabungkan unit telekomunikasi Smartfren dengan XL Axiata, perusahaan telekomunikasi terbesar ketiga di Indonesia berdasarkan pelanggan, dalam kesepakatan senilai USD6,5 miliar.

Kesepakatan tersebut akan membantu entitas gabungan bersaing dengan rival mereka yang lebih besar, yakni Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison yang dikuasai negara. Sedangkam unyuk cabang properti, group Sinar Mas Land sedang membangun zona ekonomi khusus senilai USD1 miliar yang mencakup sekolah dan rumah sakit di BSD City, sebuah distrik raksasa seluas 6.000 hektar di pinggiran Jakarta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Daftar Teratas Keluarga...
Daftar Teratas Keluarga Arab Terkaya di 2026, Dinasti Asal UEA Punya Harta Rp296,3 Triliun
Profil dan Biografi...
Profil dan Biografi Michael Bambang Hartono: Orang Terkaya ke-4 RI yang Hobi Jajan di Pinggir Jalan
Mengulik Deretan Miliarder...
Mengulik Deretan Miliarder di Balik Ketertarikan Trump Caplok Greenland
Ketiban Warisan Rp4.969...
Ketiban Warisan Rp4.969 Triliun, Jumlah Miliarder Baru Membengkak
Mesin Uang 3 Konglomerat...
Mesin Uang 3 Konglomerat RI Naik Rp225 Triliun, Prajogo Pangestu Unggul Jauh
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Atasi Ketimpangan, Pengamat...
Atasi Ketimpangan, Pengamat Dorong Enam Agenda Transformasi Ekonomi
Dukung Penguatan Literasi...
Dukung Penguatan Literasi Keimanan, YMSM Wakafkan Al-Qur’an melalui DMI
Rekomendasi
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved