Alfamart Menutup 400 Gerai, Sementara Warung Madura Terus Ekspansi

Kamis, 19 Desember 2024 - 17:21 WIB
loading...
Alfamart Menutup 400...
Tutupnya ratusan gerai Alfamart menjadi sorotan Pakar Marketing dan Founding Chairman Indonesia Brand Forum (IBF), Yuswohady. Ia membandingkan kinerja Alfamart dengan Warung Madura (Warmad). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Penurunan daya beli kelas menengah (berdasarkan survei Inventure, September 2024) mulai memakan korban, ketika ritel modern, Alfamart dikabarkan menutup sekitar 400 gerainya. Sebelumnya pihak dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menerangkan, alasan penutupan ratusan gerai itu karena mahalnya harga sewa.

Baca Juga: Kelas Menengah Jantung Ekonomi RI, Tapi Jumlahnya Terus Turun Drastis

Kinerja Alfamart menjadi sorotan Pakar Marketing dan Founding Chairman Indonesia Brand Forum (IBF), Yuswohady . Ia membandingkan kinerja Alfamart dengan Warung Madura (Warmad) yang kini justru makin agresif berekspansi.

Terkait fenomena ini, Yuswohady memberikan 2 hal menarik yang bisa dicatat.

1. Kalah Efisien


Alfamart dinilai kalah efisien dibanding Warung Madura dari sisi pengoperasian gerai. "Gerai Alfamart selalu mengambil tempat di lokasi-lokasi strategis dan jalan utama dengan biaya sewa yang kelewat mahal. Semakin laris gerai tersebut, harga sewanya semakin dinaikkan berlipat-lipat. Bahkan konon mencapai 1000%," terangnya.

Sementara Warmad memiliki keunggulan kompetitif karena mengambil lokasi di kampung-kampung dan ujung-ujung gang padat penduduk dan pinggiran kota dengan biaya sewa lebih murah. Bahkan tidak sedikit Warmad biaya sewanya nol, karena gerainya menggunakan lahan dan bangunan sendiri.

2. Kalah Adaptif


Yuswohady menerangkan, dengan adanya goncangan ekonomi seperti resesi atau turunnya daya beli, Warmad lebih kenyal dan adaptif menghadapinya karena model operasinya yang unik.

"Operasi gerai yang otonom tidak seperti Alfamart yang tersentral, harga lebih fleksibel, kedekatan dgn komunitas, jam operasional lebih panjang, margin kecil namun volume tinggi, lampu penerangan yang efisien, hingga biaya tenaga kerja yang minimal," bebernya.

Baca Juga: Kemenkop UKM Pastikan Warung Madura Boleh Buka 24 Jam

Maka, dengan model operasi yang rendah overhead seperti itu, Warmad bisa "memainkan" faktor tersebut sehingga lebih lentur merespon perubahan-perubahan eksternal seperti anjloknya daya beli.

Pada akhirnya, Yuswohady memberikan catatan bahwa manajemen berbasis kearifan lokal, tak selalu kalah dengan manajemen model Barat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Pemerintah Guyur Diskon...
Pemerintah Guyur Diskon Transportasi saat Libur Sekolah: Bisa jadi Penggerak Kelas Menengah
Kebijakan Moneter, Rupiah,...
Kebijakan Moneter, Rupiah, dan Daya Beli: Stabilitas yang Tak Lagi Cukup
DPRD Optimistis Ekonomi...
DPRD Optimistis Ekonomi Jabar hingga Akhir Tahun 2025 Melonjak
Redenominasi Rupiah:...
Redenominasi Rupiah: Perlukah Sekarang?
Rekomendasi
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
Jika Israel Langgar...
Jika Israel Langgar Gencatan Senjata, Houthi akan Terus Menyerang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved