Uni Eropa Menguras Gas dari Penyimpanan di Tengah Ancaman Trump dan Qatar

Rabu, 25 Desember 2024 - 10:01 WIB
loading...
A A A
Para ahli telah memperingatkan bahwa mengeruk stok penyimpanan selama musim dingin dapat membuat pengisian ulang lebih sulit tahun depan. Hal itu terutama mengingat harga gas untuk pengiriman musim panas mendatang sudah lebih tinggi daripada musim dingin berikutnya.

Sebagian besar mengaitkan tren kenaikan harga dengan kekhawatiran tentang pengiriman gas di masa depan dari dua pemasok LNG utama Uni Eropa, yaitu AS dan Qatar. Presiden terpilih AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan Brussels bahwa Washington dapat mengenakan tarif pada pasokan ke blok tersebut kecuali Uni Eropa membeli minyak dan gas AS dalam jumlah 'skala besar'.

Sedangkan Qatar pada awal pekan kemarin memperingatkan, bahwa pihaknya dapat menghentikan pengiriman LNG ke blok UE jika negara-negara anggota memberlakukan undang-undang baru tentang emisi karbon yang menjatuhkan denda besar pada perusahaan yang gagal mematuhinya.

Diketahui Uni Eropa semakin bergantung pada impor LNG yang lebih mahal setelah eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022, ketika Brussels memprioritaskan penghapusan ketergantungannya pada energi Rusia yang lebih murah. Ketika beberapa negara Uni Eropa terus bergantung pada gas Rusia, banyak yang secara sukarela menghentikan impor mereka.

Sebelum itu Rusia adalah pemasok gas terbesar ke Uni Eropa, yang terhitung sekitar 40% dari impor gasnya. Tahun ini, pangsa gas Rusia dalam impor Uni Eropa tinggal tersisa sekitar 5%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Rekomendasi
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Berita Terkini
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved