Tingkatkan Produksi Migas, PEP Terapkan Teknologi CO2 Removal Package

Selasa, 31 Desember 2024 - 14:09 WIB
loading...
Tingkatkan Produksi...
Pertamina EP menerapkan inovasi baru dorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pertamina EP (PEP) mencatatkan tonggak sejarah baru dengan menerapkan teknologi CO2 Removal Package berbasis amine system pertama di dunia. Inovasi ini bagian dari proyek optimasi pengembangan lapangan-lapangan (OPLL) Akasia Bagus-Gantar di Indramayu, Jawa Barat bertujuan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi.

"Teknologi ini akan membantu mengolah gas dengan kadar CO2 tinggi, mencapai 65% mole, sesuai spesifikasi penjualan gas dalam perjanjian eksisting di Jawa Barat," ujar General Manager Pertamina EP wilayah Jawa Barat, Afwan Daroni, dalam keterangan resmi, Selasa (31/12/2024).

Baca Juga: Bahlil Optimistis Intervensi Teknologi Mampu Dongkrak Produksi Migas Nasional

Dia menjelaskan bahwa fasilitas produksi tersebut dirancang untuk mengolah minyak dan gas dengan kapasitas total mencapai 9.000 barel cair per hari (BLPD) dan 22 juta kaki kubik standar gas per hari (MMSCFD). Proyek ini melibatkan pengeboran 22 sumur pengembangan serta pembangunan fasilitas produksi SP Akasia Bagus (ABG) Tahap 1 dan Tahap 2.

Targetnya, proyek ini mampu menambah produksi minyak hingga 12,71 juta barel (MMSTB) dan gas sebesar 10,53 miliar kaki kubik standar (BSCF). Hingga saat ini, sebanyak 12 dari total 26 sumur di lapangan tersebut telah selesai dibangun.Proyek ini mengintegrasikan teknologi AGRU (Acid Gas Removal Unit), Gas Dehydration Unit, dan Thermal Oxidation (TOX). Teknologi ini bertujuan untuk mengurangi kadar CO2, H2S, dan air agar memenuhi standar penjualan gas.

Implementasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas gas tetapi juga membuka peluang penerapan metode Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS) sebagai langkah mendukung target net zero emission. Lapangan Akasia Bagus telah menggunakan fasilitas Early Production Facilities (EPF) untuk menangani produksi awal.

Fasilitas produksi tahap 1 diproyeksikan mulai beroperasi penuh pada Februari 2025 untuk cairan dan dilanjutkan oleh AGRU pada Mei 2025. "Proyek ini merupakan wujud komitmen kami terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan produksi energi," tambah Afwan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Adopsi Teknologi dan...
Adopsi Teknologi dan AI Jadi Arah Baru Industri Pertambangan
Proyek Tangguh UCC Rampungkan...
Proyek Tangguh UCC Rampungkan Jacket UBA dan Siap Dikirim ke Fakfak
Infrastruktur EV di...
Infrastruktur EV di Ibu Kota Makin Lengkap, Pemprov DKI Jakarta Apresiasi PLN
Perkuat Daya Saing Global,...
Perkuat Daya Saing Global, Lab Indonesia ke-8 Jadi Motor Inovasi dan Efisiensi Industri
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Workshop-Tools Mastery...
Workshop-Tools Mastery Class, Tingkatkan Penguasaan Tools AI dan Kemampuan Super Individual
Rekomendasi
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik BGN Andri Mulyono Jadi Tersangka
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Peristiwa Teknologi Paling Menonjol di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved