Roadmap Merger Pelita Air dan Citilink Ditarget Rampung Pertengahan 2025
Kamis, 02 Januari 2025 - 18:10 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun roadmap penggabungan atau merger dua maskapai Pelat Merah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun roadmap untuk mengembangkan industri penerbangan di tanah air. Salah satu pokok bahasan dalam roadmap yang tengah disusun itu adalah penggabungan atau merger dua maskapai penerbangan Pelat Merah, yaitu Citilink dan Pelita Air. Targetnya roadmap tersebut akan rampung dalam 6 bulan kedepan alias pertengahan tahun 2025.
"Itu (merger Pelita - Citilink) bagian roadmap yang 6 bulan kedepan. Kenapa saya kumpulkan (Direksi maskapai) hari ini, itu menjadi bagian diskusinya," ujar Menteri BUMN, Erick Thohir dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Kamis (2/1/1025).
Baca Juga: Bos Garuda Optimistis Merger Citilink-Pelita Air Rampung Desember 2023
Pada kesempatan tersebut, Erick Thohir menegaskan, bahwa tidak ada rencana penggabungan perusahaan penerbangan dengan operator bandara kedepannya. Kedua entitas usaha tersebut akan tetap terpisah.
"Kalau antara Airport dan penerbangan tetap dipisah. Tetapi antara penerbangan ini nanti tentu kita bicara bagaimana sinergi dan juga restrukturisasinya," kata Erick.
"Itu (merger Pelita - Citilink) bagian roadmap yang 6 bulan kedepan. Kenapa saya kumpulkan (Direksi maskapai) hari ini, itu menjadi bagian diskusinya," ujar Menteri BUMN, Erick Thohir dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Kamis (2/1/1025).
Baca Juga: Bos Garuda Optimistis Merger Citilink-Pelita Air Rampung Desember 2023
Pada kesempatan tersebut, Erick Thohir menegaskan, bahwa tidak ada rencana penggabungan perusahaan penerbangan dengan operator bandara kedepannya. Kedua entitas usaha tersebut akan tetap terpisah.
"Kalau antara Airport dan penerbangan tetap dipisah. Tetapi antara penerbangan ini nanti tentu kita bicara bagaimana sinergi dan juga restrukturisasinya," kata Erick.
Lihat Juga :