Blunder Trump, Sebut Spanyol Anggota BRICS dan Ancam Kenakan Tarif Impor
Rabu, 22 Januari 2025 - 13:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Sniper Israel Bunuh Anak Palestina di Rafah, Zionis Langgar Gencatan Senjata
Trump kemudian mengulangi ancamannya untuk mengenakan tarif tinggi kepada negara-negara anggota BRICS, dengan mengatakan "kami akan mengenakan tarif setidaknya 100% pada bisnis yang mereka lakukan dengan Amerika Serikat," bagian dari rencana ekonominya yang akan membatalkan konsensus perdagangan bebas selama beberapa dekade.
Sementara itu, mengutip Euractiv, Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menegaskan bahwa Spanyol adalah sekutu NATO yang serius, dapat diandalkan, bertanggung jawab, dan berkomitmen, dengan lebih dari 3.800 personel militer dalam misi penjaga perdamaian dan kehadiran di Latvia, Slovakia, Rumania, dan Turki. Kemudian, Menteri Pendidikan Spanyol Pilar Alegría, yang bertindak sebagai juru bicara pemerintah, mengaku dia tidak yakin mengapa Trump membuat komentar tersebut.
"Saya tidak tahu apakah pernyataan yang dibuat oleh Presiden Trump merupakan hasil dari kesalahan atau tidak, tetapi saya dapat mengonfirmasi bahwa Spanyol tidak termasuk dalam BRICS," kata Alegría kepada wartawan.
Menghindari kritik langsung terhadap Trump, Spanyol menegaskan bahwa Amerika Serikat adalah mitra yang dapat diandalkan dan menekankan bahwa Madrid akan berusaha untuk mempertahankan hubungan baik dengan pemerintahan baru Negara Adi Daya tersebut.
Trump kemudian mengulangi ancamannya untuk mengenakan tarif tinggi kepada negara-negara anggota BRICS, dengan mengatakan "kami akan mengenakan tarif setidaknya 100% pada bisnis yang mereka lakukan dengan Amerika Serikat," bagian dari rencana ekonominya yang akan membatalkan konsensus perdagangan bebas selama beberapa dekade.
Sementara itu, mengutip Euractiv, Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menegaskan bahwa Spanyol adalah sekutu NATO yang serius, dapat diandalkan, bertanggung jawab, dan berkomitmen, dengan lebih dari 3.800 personel militer dalam misi penjaga perdamaian dan kehadiran di Latvia, Slovakia, Rumania, dan Turki. Kemudian, Menteri Pendidikan Spanyol Pilar Alegría, yang bertindak sebagai juru bicara pemerintah, mengaku dia tidak yakin mengapa Trump membuat komentar tersebut.
"Saya tidak tahu apakah pernyataan yang dibuat oleh Presiden Trump merupakan hasil dari kesalahan atau tidak, tetapi saya dapat mengonfirmasi bahwa Spanyol tidak termasuk dalam BRICS," kata Alegría kepada wartawan.
Menghindari kritik langsung terhadap Trump, Spanyol menegaskan bahwa Amerika Serikat adalah mitra yang dapat diandalkan dan menekankan bahwa Madrid akan berusaha untuk mempertahankan hubungan baik dengan pemerintahan baru Negara Adi Daya tersebut.
(fjo)
Lihat Juga :