BNI Jadi Bank Operasional Terbaik Pengelola Kas Negara Kategori BUMN
Jum'at, 24 Januari 2025 - 15:56 WIB
loading...
A
A
A
Putrama menjelaskan, sepanjang 2024, BNI menyalurkan dana APBN sebesar Rp644,7 triliun melalui Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN). BNI juga mendukung penerimaan negara sebagai Bank Persepsi dengan menyediakan berbagai saluran pembayaran, mulai dari BNIdirect, ATM, EDC, Agen46, wondr by BNI, QRIS, Mobile Banking BNI, dan jaringan kantor cabang di dalam maupun luar negeri.
Baca Juga: Trump Ancam Putin: Akhiri Perang Ukraina atau Banyak Sanksi AS untuk Rusia!
"Sebagai Bank BUMN dengan jaringan internasional terluas, BNI juga mendukung optimalisasi penerimaan negara melalui Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3), termasuk untuk setoran dalam valuta asing," tambahnya.Ke depan, tegas Putrama, BNI berkomitmen terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti dalam sambutannya pada acara tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perbankan dalam pengelolaan APBN. Menurutnya, tata kelola keuangan yang baik hanya dapat tercapai melalui sinergi berbagai pihak, termasuk bank operasional seperti BNI. Adapun sepanjang tahun 2024 terdapat lebih dari 100 juta transaksi penerimaan negara (NTPN). Sementara itu, jumlah transaksi pengeluaran negara (SP2D) mencapai lebih dari 5,6 juta dokumen atas seluruh belanja negara yang disalurkan.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri dalam mengelola APBN. Kerja sama ini menjadi elemen penting untuk memastikan penyaluran dana dan penerimaan negara berjalan dengan tata kelola yang baik,"tandasnya.
Baca Juga: Trump Ancam Putin: Akhiri Perang Ukraina atau Banyak Sanksi AS untuk Rusia!
"Sebagai Bank BUMN dengan jaringan internasional terluas, BNI juga mendukung optimalisasi penerimaan negara melalui Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3), termasuk untuk setoran dalam valuta asing," tambahnya.Ke depan, tegas Putrama, BNI berkomitmen terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti dalam sambutannya pada acara tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perbankan dalam pengelolaan APBN. Menurutnya, tata kelola keuangan yang baik hanya dapat tercapai melalui sinergi berbagai pihak, termasuk bank operasional seperti BNI. Adapun sepanjang tahun 2024 terdapat lebih dari 100 juta transaksi penerimaan negara (NTPN). Sementara itu, jumlah transaksi pengeluaran negara (SP2D) mencapai lebih dari 5,6 juta dokumen atas seluruh belanja negara yang disalurkan.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri dalam mengelola APBN. Kerja sama ini menjadi elemen penting untuk memastikan penyaluran dana dan penerimaan negara berjalan dengan tata kelola yang baik,"tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :